Senin, 11 Mei 2009

Miliki Sifat Positif


Selama bertahun-tahun, saya telah menghadiri begitu banyak seminar, membaca ratusan buku, mendengarkan kaset berjam-jam, mewawancarai sejumlah orang sukses, melatih ribuan orang, dan menjalani hidup yang penuh lika-liku. Semuanya itu telah mengukuhkan keyakinan saya bahwa sikap positif sungguh-sungguh merupakan titik awal sekaligus faktor utama dan terpenting dalam perjalanan mencapai kesuksesan dan kebahagiaan sejati.

Kesimpulan di atas jelas bukan penemuan baru. Prinsip yang tak lekang oleh zaman ini memang telah menjadi kosa-kata umum dan digunakan secara populer. Namun bila kita intropeksi diri dan berani berkata jujur, kita mudah menemukan bahwa prinsip tersebut masih jauh dari praktik umum. Padahal ini bukan soal berapa banyak kita tahu tentang pentingnya memelihara sikap positif; ini adalah soal seberapa baik dan seberapa konsisten kita menerapkan pengetahuan itu dalam kehidupan kita sehari-hari.

Karena itu saya berharap tulisan ini menjadi wake-up call bagi setiap pembaca untuk menjadikan sikap positif sebagai prioritas utama. Artinya, jika Anda ingin kenaikan jabatan, jangan hanya bekerja lebih keras - meskipun Anda perlu melakukannya - namun lebih dari itu olah diri Anda sedemikian rupa sehingga Anda menjadi pribadi yang lebih mulia dan bernilai bagi perusahaan. Setelah Anda memiliki sikap yang lebih positif, mereka yang dapat mempromosikan Anda akan melihat bahwa Anda telah melampaui posisi Anda sekarang dan perlu pindah ke posisi yang lebih tinggi.
Sebagian orang berkata bahwa sikap adalah segala-galanya, dan saya kira mereka benar. Faktor lain seperti perencanaan yang baik, kerja keras bahkan keterampilan memimpin semua dibangun di atas dasar sikap positif. Tanpa sikap yang baik tidak akan mungkin ada hasil yang baik. Maka tidak jadi soal berapa umur Anda, posisi atau lingkungan Anda sekarang, gender, atau status perkawinan Anda, saya yakin bahwa sikap positif dapat memberikan sesuatu yang sungguh berarti dalam hidup Anda. Kenyataannya, aset paling berharga yang dapat Anda miliki adalah sikap positif. Intinya adalah sikap Anda hari ini menentukan sukses Anda di masa depan.

Hal Urban, dalam bukunya berjudul "Life's Greatest Lessons" memaparkan penelitian yang dilakukan di Harvard dan beberapa universitas terkenal lainnya yang membenarkan kesimpulan di atas. Mereka menemukan bahwa sikap jauh lebih penting daripada kecerdasan, pendidikan, bakat, atau keberuntungan. Mereka menyimpulkan bahwa hampir 85% dari kesuksesan seseorang disebabkan oleh sikap, sedangkan 15% lainnya karena kemampuan. Walaupun sangat sulit memberikan persentase yang spesifik bagi karakteristik semacam ini, namun siapa pun yang pernah mempelajari perilaku manusia akan setuju bahwa titik awal bagi semua kesuksesan adalah sikap positif.

Berita baiknya adalah Anda mungkin tidak dapat mengubah warna kulit namun Anda dapat mengubah sikap Anda. Banyak peneliti percaya - dan saya setuju sepenuh hati - bahwa sikap positif bukanlah produk genetis atau ketuturunan, melainkan sebuah ciri yang dipelajari dengan pelatihan yang tepat. Karena itu jika Anda memiliki sikap yang buruk, Anda dapat mengubahnya menjadi baik. Jika sikap Anda sudah baik, sikap itu dapat dilatih untuk menjadi lebih baik lagi, mulai dari sekarang.

Apa itu Sikap?

Meskipun istilah "sikap" merupakan sesuatu yang umum, namun masih banyak yang belum memahami artinya. Setelah membaca cukup banyak referensi saya berhasil menemukan beberapa definisi. Tetapi saya kira yang paling mudah dipahami adalah definisi versi American Heritage Dictionary, yakni: "Cara berpikir atau merasakan dalam kaitannya dengan sejumlah persoalan".

Dengan kata lain sikap adalah apa yang terjadi dalam diri seseorang, pikiran - pikiran dan perasaan - perasaan; tentang diri sendiri, orang lain, keadaan dan kehidupan secara umum. Pikiran positif dan perasaan positif itu biasanya bermanifestasi dalam bentuk optimisme yang tinggi, pantang menyerah, percaya diri, mudah bersyukur, sabar, menghargai orang lain, menghargai perbedaan, mudah berteman, mengambil tanggung jawab atas dirinya sendiri atau pantang menyalahkan orang lain dan keadaan.

Sekarang pikirkan beberapa orang yang Anda kenal dan bagi dalam dua kelompok. Orang-orang yang Anda anggap sukses dan bahagia masukkan dalam kelompok A, sementara orang-orang yang Anda anggap kurang sukses dan kurang bahagia masukkan dalam kelompok B. Kemudian pikirkan dan tuliskan sikap yang mereka miliki masing-masing seperti tingkat optimisme, ketekunan, rasa syukur, kerja keras, kestabilan emosi, dan lainnya. Bila Anda betul-betul melakukannya Anda akan menemukan betapa besar pengaruh sikap positif maupun negatif terhadap kehidupan seseorang.

Salah satu contoh dari sikap positif diceritakan ulang oleh Zig Ziglar dalam bukunya berjudul "Better than Good"; Majalah Rotarian yang terbit pada bulan Maret 1988 mengisahkan tentang suatu organisasi alam liar yang menawarkan imbalan sebesar lima ribu dollar untuk setiap serigala yang tertangkap hidup-hidup untuk tujuan relokasi. Sam dan Jed menerima tantangan itu dan menjadi pemburu hadiah. Yang terutama merasa yakin adalah Sam; ia yakin dengan pengetahuannya dan Jed yakin tentang habitat serigala, mereka bisa meraih keberuntungan.

Mereka menghabiskan waktu siang-malam menjelajahi wilayahnya, mencari-cari gerombolan serigala untuk dijadikan sasaran, tetapi tidak sedikit pun melihat sesuatu. Setelah lelah berhari-hari melakukan pencarian, mereka jatuh tertidur jauh di tengah malam, di sekitar api unggun mereka. Sesuatu menyebabkan Sam terbangun dari tidurnya yang nyenyak. Sambil bersandar pada satu siku, ia mendapati dirinya dan Jed dikelilingi oleh kira-kira lima puluh serigala yang menggeram-geram dengan mata yang berkilat-kilat dan gigi-gigi yang diperlihatkan. Ia menyodok Jed dengan tongkat dan berbisik, "Jed! Bangun! Kita kaya!"

Sahabatku, kisah di atas adalah contoh tentang sikap positif. Sam adalah orang yang melihat gelas setengah penuh bukan setengah kosong. Ia tipe orang yang optimis!

Bagaimana dengan Anda, apakah saat ini Anda sedang menghadapi serigala buas dalam pekerjaan, usaha atau keluarga? Semua kita memiliki pengalaman seperti Sam dan Jed. Serigala kita bisa saja datang dalam wujud tuntutan kerja yang semakin meningkat, atasan yang susah dipuaskan, pelanggan yang menyebalkan, atau kompetisi yang semakin menggila.

Dalam wilayah keluarga, serigala itu bisa datang dalam wujud pasangan yang egois dan selalu ingin menang sendiri, atau mungkin putra-putri Anda yang semakin susah untuk diarahkan. Sementara dalam wilayah personal, serigala itu bisa datang dalam bentuk kesehatan yang masih belum membaik, pendidikan dan pengalaman yang terbatas, atau mungkin sekedar kejadian di masa lalu yang masih membawa luka hati hingga hari ini.

Hari kemarin, saya mendapat pesan singkat dari seorang peserta Training yang pernah saya adakan di kota Medan. Ia menulis "Pak Eloy, ternyata menuju sukses itu sangat banyak rintangannya...terkadang membuat kita sangat stress." Saya menjawab...:

"Iya, rintangan itu merupakan sarapan para juara. Tidak ada kesuksesan sejati tanpa perjuangan dan tidak ada perjuangan tanpa pengorbanan. Setiap kita memiliki rintangannya sendiri. Tinggal terserah kita masing-masing, kita dapat memilih untuk menyerah atau kita memilih untuk bertekun hingga titik darah terakhir. Itu adalah sikap, dan sikap adalah sebuah pilihan."

Kiat Praktis

Sampai di sini mudah-mudahan Anda merasa sudah tidak sabar untuk mendapatkan sejumlah kiat praktis tentang bagaimana membangun sikap positif. Namun saya minta maaf karena topik itu selengkapnya akan saya bahas pada artikel berikutnya. Untuk sementara, mulai saat ini, ketika menghadapi situasi apapun, latih diri Anda untuk memiliki pikiran yang "terbuka".

Sebagai contoh, ketika hujan mulai mengguyur Jakarta, Anda berdoa: "Tuhan, kalau benar Engkau mengasihiku, maka halau banjir ini masuk ke dalam rumahku." Doa semacam itu adalah doa orang yang berpikiran tertutup. Ia telah menentukan satu-satunya cara untuk Tuhan membuktikan kasihNya adalah dengan menghentikan air masuk ke dalam rumahnya. Sikap berpikir semacam ini sangat berbahaya, karena Tuhan bisa saja berkata:

"Bagi-Ku, jangankan menghalau air masuk ke dalam rumahmu, membelah laut saja Aku mampu. Tetapi kali ini, Aku ingin menunjukkan kasih-Ku kepadamu dengan cara yang berbeda, yakni dengan membiarkan air itu masuk ke dalam rumahmu.

Tujuannya, Aku ingin kamu belajar berenang...karena Aku sudah mempersiapkan perkerjaan baru untukmu, dengan posisi dan gaji yang lebih tinggi...semuanya jauh lebih baik dari pekerjaanmu yang sekarang. Namun dalam pekerjaan itu kamu harus bisa berenang. Maka inilah cara-Ku untuk melatihmu berenang agar kamu dapat sukses dalam pekerjaan barumu nanti."

Maksudnya adalah jangan menjadi orang yang kaku dan tertutup. Buka pikiran dan Anda akan melihat begitu banyak kesempatan tersedia bagi Anda. Jangan pula tergoda untuk terburu-buru menilai ucapan atau tindakan seseorang berdasarkan asumsi, prasangka ataupun kejadian masa lalu.

Lebih-lebih bila Anda sedang dalam keadaan emosi negatif. Percayalah apapun yang Anda katakan atau lakukan dalam keadaan emosi negatif pasti salah. Karena itu latih diri Anda untuk menjadi lebih tenang ketika menghadapi situasi apapun. Langkah awal untuk bisa memiliki ketenangan adalah dengan membangun hubungan yang baik dengan Tuhan melalui doa, karena dasar dari sikap positif adalah hati.

Sukses untuk Anda!

www.eloy-zalukhu.com

Berfokus Pada Kelebihan Diri


"Anak-anak, coba tuliskan tiga kelebihanmu," kata seorang guru pada anak-anak sekolah dasar.

Menit demi menit berlalu namun anak-anak itu seakan masih bingung.

Dengan setengah berakting, sang guru kemudian bersuara keras :

"Ayo, tuliskan! Kalau ngga, kertasmu saya sobek lo." Anak-anak manis itu seketika menjadi salah tingkah.

Beberapa di antara mereka, memang tampak mulai menulis. Salah satu di antara mereka menulis di atas kertas, "Kadang-kadang nurutin kata ibu. Kadang-kadang bantu ibu. Kadang-kadang nyuapin adik makan."

Penuh rasa penasaran, sang guru bertanya kepadanya : "Kenapa tulisnya kadang-kadang?". Dengan wajah penuh keluguan, sang bocah hanya berkata :

"Emang cuma kadang-kadang, Bu guru." !

Ketika semua anak telah menuliskan kelebihan dirinya, sang guru kemudian melanjutkan instruksi berikutnya :

"Sekarang anak-anak, coba tuliskan tiga kelemahanmu atau hal-hal yang buruk dalam dirimu."
Seketika ruangan kelas menjadi gaduh. Anak-anak tampak bersemangat. Salah satu dari mereka angkat tangan dan bertanya :

"Tiga saja, Bu guru?".

"Ya, tiga saja!" jawab sang guru. Anak tadi langsung menyambung :

"Bu guru, jangankan tiga, sepuluh juga bisa!".

Apa pelajaran yang bisa kita petik dari cerita sederhana itu? Saya menangkap setidaknya ada beberapa hal penting yang bisa kita pelajari. Salah satunya, kita sering tidak menyadari apa kelebihan diri kita karena lingkungan dan orang di sekitar kita jauh lebih sering mengkomunikasikan kepada kita kejelekan dan kekurangan kita.

Baru-baru ini, saya menyaksikan di sebuah televisi swasta pertunjukkan seni dari para penyandang cacat. Kami benar-benar terharu. Ada orang buta yang begitu piawai bermain piano atau kecapi. Pria tanpa lengan dan wanita muda yang tuli dapat menari dengan begitu indahnya.

"Luar biasa, dia bisa menari dengan penuh penghayatan. Yang membuat saya heran, dia kan tuli tapi kok bisa mengikuti irama lagu dengan sangat tepat?", kata saya dalam hati terkagum-kagum.

Seorang pria buta yang bernyanyi dengan nada merdu sempat berkata,
"Saudaraku, saya memiliki dua mata seperti Anda. Namun yang ada di depan saya hanyalah kegelapan. Ibu saya mengatakan saya bisa bernyanyi, dan ia memberi saya semangat untuk bernyanyi."

Benarlah apa yang dikatakan Alexander Graham Bell : "Setelah satu pintu tertutup, pintu lainnya terbuka; tetapi kerap kali kita terlalu lama memandangi dan menyesali pintu yang telah tertutup sehingga kita tidak melihat pintu yang telah dibuka untuk kita."

Fokuskan perhatian pada kelebihan kita dan bukan kelemahan kita.

Sumber : Anonymous


Rabu, 06 Mei 2009

Lepaskan Semua Beban Itu…..


Setiap saat, kita senantiasa perlu belajar masuk ke dalam ketenangan dan keheningan.. dan belajar melepaskan semua beban di kepala kita.. Bagaimana caranya ? Cukup dengan menyadari saja dan rileks, serta membiarkan otak kita istirahat dari aktivitas berpikir yang tidak perlu.

Pikiran akan selalu memilah, menghakimi dan mengikuti cara berpikir yang dianggap benar olehnya, bila kita berpikir tanpa disertai kesadaran bahwa kita sedang berpikir, maka kita akan terseret oleh permainan pikiran yang tidak ada habisnya.

Pada saat2 kita merasa marah dan frustasi, pastilah pikiran kita waktu itu sangat ribut dan tidak dapat berpikir dengan jernih. Apa yang dapat kita lakukan saat itu agar dapat merasa lebih baik ? Satu-satunya adalah mengistirahatkan otak kita dari aktivitas berpikir yang kalut, dan itu bisa dilakukan dengan banyak cara.

Ada yang dengan mendengarkan musik sehingga pikirannya teralihkan, Ada yang dengan pergi jalan-jalan, Ada yang dengan curhat, Ada yang dengan memuntahkan segala uneg2nya dengan berteriak agar menjadi letih, Ada yang menyerahkan segala-galanya kepada Tuhan atau kepada seseorang yang ia percaya, Ada yang menggunakan mantra untuk menenangkan pikirannya.

Bisa juga dengan menyadari saja dan rileks, dan membiarkan otak kita beristirahat dari segala aktivitas pikiran. Hal ini mirip seperti tidur pulas. Tidak perlu lama-lama, setelah 5-10 menit kita akan merasa lebih segar. Pada saat itu, kita barulah mulai menganalisa kembali dengan menggunakan pikiran. Setelah rileks itu, kita akan lebih bisa berpikir dengan jernih.

Tapi tentu saja, rileksasi ini tidak dapat membuat Anda begitu saja melepaskan semua permasalahan hidup Anda yang telah mengakar dan berurat syaraf dalam bawah sadar Anda. Misalnya rasa takut akan gelap, trauma, minder, dsbnya. Rileksasi ini akan membuat Anda lebih bisa berpikir dengan jernih dan melihat situasi dan kondisi dengan lebih baik. Dan berita baiknya, rileksasi ini akan langsung kita rasakan manfaatnya begitu dipraktekkan. Dan bila Anda sudah terbiasa melakukan hal ini, maka rileksasi akan berlangsung alami dalam kehidupan kita sehari-hari. Apakah anda sedang berjalan, berbaring, duduk atau berdiri, menunggu di bis, lagi BAB, dsbnya kita dapat masuk dalam keadaan yang hening.


Selasa, 05 Mei 2009

5 Langkah Kreatifitas


Seringkali kita menyebut seseorang yang pandai menulis atau berhasil membuahkan hasil karya seni lukis, sebagai seorang yang kreatif. Namun sebenarnya, yang disebut kreatifitas sejati, lebih baik dari apa yang dapat kita definisikan. Pada dasarnya, kreatifitas tak hanya dapat dilihat dari inovasi yang diciptakan oleh seorang penemu yang giat menciptakan hal-hal baru. Bahkan, kemampun mengatur waktu bagi seorang ibu yang memiliki tiga anak, juga dapat disebut kreatifitas. Jadi, sebenarnya kita semua dapat jadi seorang yang kreatif asalkan tidak menutup pintu kreatifitas kita sendiri. Berikut kami sampaikan lima langkah agar kita dapat membuahkan kreatifitas.

Langkah Pertama – Buat pilihan untuk jadi kreatif. Pertama, Anda harus menghapus pandangan tentang kretaif yang telah tertanam dalam kepala Anda, sebab, kalau masih memikirkan kreatif dalam artian sempit, akan sulit bagi Anda untuk membuka pintu kretifitas. Bangun tekad dalam pilihan Anda ini dan petakan definisi kreatif dari diri Anda sendiri, sertai pula dengan semua kriterianya guna mempermudah pencapaian. Ekspresikan kreatifitas Anda dalam salah satu saluran tradisional (seni, musik , puisi dsb), atau lebih bagus lagi jika Anda menemukan cara baru Anda sendiri.


Langkah Kedua – Perluas cakrawala Anda. Kreatifitas biasanya tak datang dari wilayah yang telah Anda kenal. Menumbuhkan imajinasi kadangakala mengharuskan kita untuk memperluas cakrawala, namun seringkali untuk memulainya, kita tak pernah mengambil resiko keluar dari zona aman kita sendiri. Anda mungkin bisa memulai dengan mengunjungi tempat-tempat yang berbeda, misalnya mengunjungi kota yang berbeda, atau bahkan toko atau tempat makan yang berbeda dari biasanya. Pelajari sesuatu yang baru. Kalau perlu ikutlah kursus dan bangun ketrampilan dalam bidang yang berbeda. Dan itu semua akan merangsang daya imajinasi Anda untuk berkreasi.

Langkah Ketiga – Buatlah langkah berani. Salah satu bagian dalam mengeksplorasi kreatifitas adalah mengambil sebuah kesempatan dan berani bertindak. Sisi tambahannya, ada banyak aturan di sini, jadi semua usaha tak akan sia-sia dan membawa keutungan.

Langkah Keempat – Harapkan sedikit kegagalan....dan jadikan dorongan untuk maju. Salah satu alasan utama menutup pintu kreatifitas adalah adanya ketakutan akan kegagalan. Sekali jatuh, atau bahkan mungkin beberapa kali, tak membuat Anda lebih nyaman dalam meghindari kegagalan. Jika ini benar, tak satupun dari kita yang melakukan usaha belajar berjalan. Banyak dari inovasi mengagumkan di dunia ini bermula dari 'kegagalan.' Bahkan Thomas Edison harus melakukan usaha 50.000 kali hingga ia berhasil menemukan baterei alkalin yang masih kita gunakan hingga kini.

Langkah Kelima – Kenali pencapaian Anda. Seringkali, kita semua melakukan kreatifitas atau membuat sesuatu yang baru, dan saat seseorang memberi pujian, kita lebih senang mengelaknya. Jangan memandang rendah setiap hasil yang Anda capai, bahkan meskipun itu hanya sedikit peningkatan. Jika Anda terus mengelak hasil usaha yang Anda capai, itu dapat menutup pintu kretifitas Anda. Jika Anda membuat sebuah kemajuan, yakinkan Anda menghargaiitu, bahkan kalau perlu rayakan bersama teman atau keluarga.

Senin, 04 Mei 2009

Bekerja adalah Ibadah


Ungkapan Kerja itu Ibadah, mungkin sering sekali kita dengar, dan sering diucapkan oleh ahli agama, motivator andal, atau mungkin oleh rekan kerja kita di kantor. Pertanyaan yang timbul adalah apa keterkaitannya, hingga kedua kata tersebut seolah tidak terpisahkan? Jawabannya ada pada sikap mental yang dipelihara dalam melakukan pekerjaan yang semata mata ditujukan untuk mengabdi kepada Tuhan,sikap mental itu antara lain :


Bekerja untuk masa depan
Semua pekerjaan yang dilakukan oleh seseorang hendaknya direncanakan dan diperhitungkan secara matang untuk mencapai masa depan yang lebih baik dan bermanfaat bagi generasi selanjutnya. Ini berarti bahwa pekerjaan yang kita lakukan bukan hanya untuk hari ini saja dan mendapatkan uang untuk memenuhi kebutuhan saat ini, melainkan dari apa kita kerjakan hari ini membawa kemajuan dan kesejahteraran bagi orang yang memanfaatkannya.
Bekerja keras dan menghargai waktu
Bekerja keras dan menghargai waktu sering diistilahkan dengan bekerja smart, yakni bekerja namun tidak bermalas-malasan, santai, tanpa rencana dan memboroskan waktu, tenaga dan dana. Orang yang bekerja smart tahu sampai sejauh mana dia harus bekerja, mengetahui pekerjaan yang urgent dan yang important.


Bekerja dengan penuh tanggung jawab
Semua pekerjaan yang kita lakukan akan kita pertanggung jawabkan di hadapan Tuhan dan masyarakat, sehingga dalam bekerja, semua masalah harus kita hadapi dengan penuh tanggung jawab, jangan sekali-sekali mengedepankan watak mencari perlindungan keatas, menutup-nutupi kesalahan dan melemparkan kesalahan kepada orang lain. Satu hal yang perlu diingat dalam bekerja dengan penuh tanggung jawab ini adalah bahwa setiap perbuatan baik yang kita lakukan itu perbuatan baik untuk diri kita sendiri, sebaliknya setiap perbuatan jahat, itu adalah kejahatan untuk diri kita sendiri juga.


Hemat dan sederhana
Dalam memanfaatkan hasil kerja harus hemat dan sederhana, tidak mengedepankan sifat boros dan konsumtif yang berlebihan. Sikap hidup hemat dan sederhana ini akan menghindarkan dari perbuatan-perbuatan tercela yang bisa di lakukan dalam lingkungan pekerjaan yaitu KKN ( korupsi, kolusi dan nepotisme).


Bersaing secara jujur dan sehat
Bekerja adalah aktualisasi diri dari setiap pegawai, hal ini yang menyebabkan siapapun tidak akan lepas dari persaingan antar individu untuk menampilkan prestasi kerja terbaiknya, namun ada satu hal yang perlu diingat bahwa persaingan untuk maju dan berkembang harus dicapai secara wajar, jujur dan sehat tanpa merugikan orang lain serta harus mematuhi aturan main yang telah disepakati bersama.


Penguasaan alam, lingkungan dan ilmu pengetahuan
Sebaik-baik umat di bumi ini adalah umat yang mau belajar dari alam, lingkungan dan mencintai pengetahuan. Orang yang menguasai pengetahuan tentang alam dan lingkungan serta mampu membaca tanda-tanda alam dengan ilmu pengetahuan yang dimilikinya akan mampu melakukan pekerjaan dengan tepat, memahami seetiap perubahan yang terjadi dan mampu menyikapinya dengan arif dan bijaksana sehingga terhindar dari stagnasi (kemandegan) dalam kehidupan karirnya.


Dengan memelihara sikap mental di atas serta mengembangkannya dalam diri kita, bukan tidak mungkin kita sadari atau tidak juga akan mampu mempengaruhi orang-orang disekitarnya dan lebih luas lagi akan mempengaruhi orang yang ada dalam organisasi dimana kita berada.


by:Sribudi Astuti


Jumat, 01 Mei 2009

Menyeberangi Sungai


Suatu hari di dalam kelas sebuah sekolah, di tengah-tengah pelajaran, pak guru memberi sebuah pertanyaan kepada murid-muridnya : Anak-anak, jika suatu hari kita berjalan-jalan di suatu tempat, di depan kita terbentang sebuah sungai kecil, walaupun tidak telalu lebar tetapi airnya sangat keruh sehingga tidak diketahui berapa dalam sungai tersebut. Sedangkan satu-satunya jembatan yang ada untuk menyeberangi sungai, tampak di kejauhan berjarak kira-kira setengah kilometer dari tempat kita berdiri.

Pertanyaan saya adalah, apa yang akan kalian perbuat untuk menyeberangi sungai tersebut dengan cepat dan selamat? Pikirkan baik-baik, jangan sembarangan menjawab. Jawablah dengan memberi alasan kenapa kalian memilih jalan itu. Tuliskan jawaban kalian di selembar kertas. Kita akan diskusikan setelah ini.
Seisi kelas segera ramai, masing-masing anak memberi jawaban yang beragam. Setelah beberapa saat menunggu murid-murid menjawab di kertas, pak guru segera mengumpulkan kertas dan mulailah acara diskusi. Ada sekelompok anak pemberani yang menjawab: kumpulkan tenaga dan keberanian, ambil ancang-ancang dan lompat ke seberang sungai. Ada yang menjawab, kami akan langsung terjun ke sungai dan berenang sampai ke seberang.

Kelompok yang lain menjawab : Kami akan mencari sebatang tongkat panjang untuk membantu menyeberang dengan tenaga lontaran dari tongkat tersebut. Dan ada pula yang menjawab : Saya akan berlari secepatnya ke jembatan dan menyeberangi sungai, walaupun agak lama karena jarak yang cukup jauh, tetapi lari dan menyeberang melalui jembatan adalah yang paling aman.

Setelah mendengar semua jawaban anak-anak, pak guru berkata, ”Bagus sekali jawaban kalian. Yang menjawab melompat ke seberang, berarti kalian mempunyai semangat berani mencoba. Yang menjawab turun ke air berarti kalian mengutamakan praktek. Yang memakai tongkat berarti kalian pintar memakai unsur dari luar untuk sampai ke tujuan. Sedangkan yang berlari ke jembatan untuk menyeberang berarti kalian lebih mengutamakan keamanan. Bapak senang kalian memiliki alasan atas jawaban itu. Semua jalan yang kalian tempuh adalah positif dan baik selama kalian tahu tujuan yang hendak dicapai. Asalkan kalian mau berusaha dengan keras, tahu target yang hendak dicapai, tidak akan lari gunung di kejar, pasti tujuan kalian akan tercapai. Pesan bapak, mulai dari sekarang dan sampai kapanpun, Kalian harus lebih rajin belajar dan berusaha menghadapi setiap masalah yang muncul agar berhasil sampai ke tempat tujuan”.


Jangan melarikan diri dari kesulitan

Dalam kenyataan hidup, kita semua sebagai manusia selalu mempunyai masalah atau problem yang harus di hadapi, selama kita tidak melarikan diri dari masalah, dan sadar bahwa semua masalah dan rintangan itu harus diatasi, melalui pola pikir dan cara2 yang positif serta keberanian kita menghadapi semua itu, tentu hasilnya akan maksimal. Hanya dengan action dan belajar, belajar dan action lagi. Manusia baru bisa mencapai pertumbuhan mental yang sehat dan meraih kesuksesan seperti yang di idam idamkan!

Sumber : Andrie Wongso

Swine Influenza (Flu Babi)


Influenza, biasanya dikenal dengan sebutan FLU, merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus RNA famili Orthomyxoviridae (virus influenza), yang menyerang unggas dan mamalia. Swine influenza virus (SIV) merupakan Orthomyxovirus yang bersifat endemik pada populasi babi.
Swine Influenza (flu babi) adalah penyakit saluran pernafasan akut pada babi yang disebabkan oleh virus influensa tipe A. Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), secara umum penyakit ini mirip influenza dengan gejala demam, batuk, pilek, sesak nafas, nyeri tenggorokan, lesu, letih dan mungkin disertai mual, muntah dan diare. Penyakit ini dengan sangat cepat menyebar ke dalam kelompok ternak dalam waktu 1 minggu, umumnya penyakit ini dapat sembuh dengan cepat kecuali bila terjadi komplikasi dengan bronchopneumonia (radang paru-paru), akan berakibat pada kematian.

Penyakit virus flu babi pertama dikenal sejak tahun 1918, pada saat itu didunia sedang terdapat wabah penyakit influenza secara pandemik pada manusia yang menelan korban sekitar 21 juta orang meninggal dunia. Kasus tersebut terjadi pada akhir musim panas. Pada tahun yang sama dilaporkan terjadi wabah penyakit epizootik pada babi di Amerika tengah bagian utara yang mempunyai kesamaan gejala klinis dan patologi dengan influensa pada manusia.
Karena kejadian penyakit ini muncul bersamaan dengan kejadian penyakit epidemik pada manusia, maka penyakit ini disebut flu pada babi.

EPIDEMIOLOGI (Penyebaran Penyakit)

Penyebaran virus influenza dari babi ke babi dapat melalui kontak moncong babi, melalui udara atau droplet. Faktor cuaca dan stres akan mempercepat penularan. Virus tidak akan tahan lama di udara terbuka. Penyakit bisa saja bertahan lama pada babi breeder atau babi anakan. Kekebalan maternal dapat terlihat sampai 4 bulan tetapi mungkin tidak dapat mencegah infeksi, kekebalan tersebut dapat menghalangi timbulnya kekebalan aktif. Transmisi inter spesies dapat terjadi, sub tipe H1N1 mempunyai kesanggupan menulari antara spesies terutama babi, bebek, kalkun dan manusia, demikian juga sub tipe H3N2 yang merupakan sub tipe lain dari influensa A. H1N1, H1N2 dan H3N2 merupakan ke 3 subtipe virus influenza yang umum ditemukan
pada babi yang mewabah di Amerika Utara, tetapi pernah juga sub tipe H4N6 diisolasi dari babi yang terkena pneumonia di. Manusia dapat terkena penyakit influenza secara klinis dan menularkannya pada babi. Kasus infeksi sudah dilaporkan pada pekerja di kandang babi di Eropa dan di Amerika. Beberapa kasus infeksi juga terbukti disebabkan oleh sero tipe asal manusia. Penyakit pada manusia umumnya terjadi pada kondisi musim dingin. Transmisi kepada babi yang dikandangkan atau hampir diruangan terbuka dapat melalui udara seperti pada kejadian di Perancis dan beberapa wabah penyakit di Inggris. Babi sebagai karier penyakit klasik di Denmark, Jepang, Italy dan kemungkinan Inggris telah dilaporkan.

ETIOLOGI (Penyebab Penyakit)

Penyebab influenza yang ditemukan pada babi, bersamaan dengan penyakit yang langsung menyerang manusia. Pertama kali, virus influenza babi diisolasi tahun 1930, sudah banyak aspek dari penyakit tersebut yang diungkapkan, antara lain meliputi tanda klinis, lesi (luka pada saluran pernafasan), imunitas, transmisi, adaptasi virus terhadap hewan percobaan dan hubungan antigenik dengan virus influenza lainnya serta kejadian penyakit di alam.
Flu babi merupakan penyakit yang disebabkan virus influenza Famili Orthomyxoviridae tipe A subtipe H1N1 yang dapat ditularkan oleh binatang, terutama babi, dan ada kemungkinan menular antarmanusia.
Virus ini erat kaitannya dengan penyebab swine influenza, equine influenza dan avian influenza (fowl plaque). Ukuran virus tersebut berdiameter 80- 120 nm. Selain influenza A, terdapat influenza B dan C yang juga sudah dapat diisolasi dari babi. Sedangkan 2 tipe virus influenza pada manusia adalah tipe A dan B. Kedua tipe ini diketahui sangat progresif dalam perubahan antigenik yang sangat dramatik sekali (antigenik shift). Pergeseran antigenik tersebut sangat berhubungan dengan sifat penularan secara pandemik dan keganasan penyakit. Hal ini dapat terjadi seperti adanya genetic reassortment antara bangsa burung dan manusia..
Ketiga tipe virus yaitu influensa A, B, C adalah virus yang mempunyai bentuk yang sama dibawah mikroskop elektron dan hanya berbeda dalam hal kekebalannya saja. Ketiga tipe virus tersebut mempunyai RNA dengan sumbu protein dan permukaan virionnya diselubungi oleh semacam paku yang mengandung antigen haemagglutinin (H) dan enzim neuraminidase (N).
Peranan haemagglutinin adalah sebagai alat melekat virion pada sel dan menyebabkan terjadinya aglutinasi sel darah merah, sedangkan enzim neurominidase bertanggung jawab terhadap elusi, terlepasnya virus dari sel darah merah dan juga mempunyai peranan dalam melepaskan virus dari sel yang terinfeksi. Antibodi terhadap haemaglutinin berperan dalam mencegah infeksi ulang oleh virus yang mengandung haemaglutinin yang sama. Antibodi juga terbentuk terhadap antigen neurominidase, tetapi tidak berperan dalam pencegahan infeksi. Influensa babi yang terjadi di Amerika Serikat disebabkan oleh influensa A H1N1, sedangkan di banyak negara Eropa termasuk Inggris, Jepang dan Asia Tenggara disebabkan oleh influensa A H3N2. Banyak isolat babi H3N2 dari Eropa yang mempunyai hubungan antigenik sangat dekat dengan A/Port Chalmers/1/73 strain asal manusia. Peristiwa rekombinan dapat terjadi, seperti H1N2 yang dilaporkan di Jepang kemungkinan berasal dari rekombinasi H1N1 dan H3N2. Peristiwa semacam ini juga dilaporkan di Italy, Jepang, Hongaria, Cekoslowakia dan Perancis. BEVERIDGE (1977) melaporkan bahwa pada tahun 1935, WILSON MITH menemukan virus influenza yang dapat ditumbuhkan dengan cara menginokulasikannya pada telor ayam berembrio umur 10 hari. Setelah diuji dalam 2 hari, cairan alantoisnya mengandung virus sebanyak 10.000 juta (1010) partikel karena virus tersebut dapat menyebabkan aglutinasi sel darah merah, maka dari kejadian tersebut dikembangkan uji HA dan HI. Teknik ini kemudian digunakan sebagai cara yang termudah untuk digunakan di laboratorium. Setelah penemuan tersebut banyak para peneliti tertarik untuk mempelajari virus influenza. Oleh sebab itu, sekarang banyak ilmu pengetahuan mengenai virus influeza telah diungkapkan dibandingkan dengan virus lainnya yang menyerang manusia. Virus influenza selain dapat ditumbuhkan dalam telur berembrio juga dapat ditumbuhkan pada sejumlah biakan jaringan (sel lestari) seperti chicken embryo fibroblast (CEF), canine kidney (CK), Madin-Darby canine kidney (MDCK).

KEJADIAN PENYAKIT

Pada kejadian wabah penyakit, masa inkubasi sering berkisar antara 1-2 hari, tetapi bisa 2-7 hari dengan rata-rata 4 hari. Penyakit ini menyebar sangat cepat hampir 100% babi yang rentan terkena, dan ditandai dengan apatis, sangat lemah, enggan bergerak atau bangun karena gangguan kekakuan otot dan nyeri otot, eritema pada kulit, anoreksia, demam sampai 41.8oC. Batuk sangat sering terjadi apabila penyakit cukup hebat, dibarengi dengan muntah eksudat lendir, bersin, dispnu diikuti kemerahan pada mata dan terlihat adanya cairan mata. Biasanya sembuh secara tiba-tiba pada hari ke 5-7 setelah gejala klinis. Terjadi tingkat kematian tinggi pada anakanak babi yang dilahirkan dari induk babi yang tidak kebal dan terinfeksi pada waktu beberapa hari setelah dilahirkan. Tingkat kematian pada babi tua umumnya rendah, apabila tidak diikuti dengan komplikasi. Total kematian babi sangat rendah, biasanya kurang dari 1%. Bergantung pada infeksi yang mengikutinya, kematian dapat mencapai 1-4%.
Beberapa babi akan terlihat depresi dan terhambat pertumbuhannya. Anak-anak babi yang lahir dari induk yang terinfeksi pada saat bunting, akan terkena penyakit pada umur 2-5 hari setelah dilahirkan, sedangkan induk tetap memperlihatkan gejala klinis yang parah. Pada beberapa kelompok babi terinfeksi bisa bersifat subklinis dan hanya dapat dideteksi dengan sero konversi. Wabah penyakit mungkin akan berhenti pada saat tertentu atau juga dapat berlanjut sampai selama 7 bulan. Wabah penyakit yang bersifat atipikal hanya ditemukan pada beberapa hewan yang mempunyai manifestasi akut. Influensa juga akan menyebabkan abortus pada umur 3 hari sampai 3 minggu kebuntingan apabila babi terkena infeksi pada pertengahan kebuntingan kedua. Derajat konsepsi sampai dengan melahirkan selama tejadi wabah penyakit akan menurun sampai 50% dan jumlah anak yang dilahirkan pun menurun.

FLU BABI PADA MANUSIA

Orang yang bekerja dengan unggas dan babi memiliki resiko yang tinggi untuk terpapar penyakit infeksi menular antara hewan dan manusia (zoonosis). Pernah dilaporkan kejadian transmisi influenza dari babi ke pekerja, pada tahun 2004 oleh Universiti of Iowa. Kejadian wabah pada tahun 2009 ini merupakan reassortment nyata pada beberapa strain influeanza A subtipe H1N1, termasuk strain endemik pada manusia dan dua strain endemik pada babi, seperti avian influenza.
CDC melaporkan bahwa gejala dan transmisi flu babi dari manusia ke manusia terjadi seperti kejadian flu musiman, demam seperti biasa, kehilangan nafsu makan, keletihan dan batuk. Beberapa mengalami sakit tenggorokan, mual, muntah dan diare. Penyakit bisa menular dari leleran yang tersebar melalui bersin, batuk dari penderita.
Flu babi tidak dapat menyebar melalui produk-produk babi, artinya tidak ditularkan melalui makanan. Flu babi pada manusia paling berpeluang menular pada 5 - 10 hari pertama setelah terinfeksi, terutama pada anak-anak dan pada saat kondisi tubuh lemah.

PENCEGAHAN

Untuk pencegahan infeksi, direkomendasikan untuk mencuci tangan sesering mungkin dengan menggunakan sabun sanitizer berbahan dasar alkohol, terutama jika bepergian di tempat umum. Hindari menyentuh mata, hidung, mulut sebelum membersihkan tangan terlebih dahulu. Jika batuk, tutup dengan tissue dan buang segera ke tempat sampah, dan cuci tangan kembali.
Virus flu babi rentan terhadap obat-obat seperti amantadine, rimantadine, oseltamivir dan zanamivir, namun untuk wabah 2009 ini, direkomendasikan pengobatan menggunakan oseltamivir dan zanamivir. Vaksin untuk manusia H1N1 tidak efektif melindungi terhadap H1N1 flu babi, walaupun strain virusnya sama, namun secara antigentik berbeda. *) dikutip dari berbagai sumber