Selasa, 31 Maret 2009

Bos Jangan Tahu


Kiki sedang bingung. Sebenarnya bukan dia yang seharusnya bingung, tapi Erna. Masalahnya, Kiki ikut-ikutan bingung karena dia juga terlibat. Erna sudah sering datang terlambat di kantor. Bukan itu saja. Dia juga sering pulang lebih awal kalau atasan mereka sedang tidak di kantor. Seperti bermain kucing-kucingan deh. Kalau atasan pergi, Erna pulang lebih cepat. Malah, kadang-kadang pada jam makan siang, Erna bisa keluar makan hingga dua jam lamanya. Tapi kalau atasan ada di kantor, Erna tampaknya rajin bekerja.

Kiki dan teman-teman lainnya sebenarnya tidak senang dengan sikap Erna. Mereka sendiri tidak pernah berbuat demikian. Bahkan ada yang sudah bekerja enam tahun lamanya, tapi tidak pernah berbuat seperti Erna. Sulitnya, setiap kali Erna akan terlambat, dia minta tolong teman-temannya agar mewakilinya mengisi buku absensi. Demikian pula ketika dia pulang lebih awal, dia titip absensi. Selain itu, dia selalu bilang:"Jangan bilang-bilang Bos ya?"

Kiki dan teman-temannya merasa sungkan dan tidak enak sehingga mereka terpaksa diam saja dan tidak melapor ke atasan. Tapi sebenarnya dalam hati kecilnya mereka merasa bersalah dan takut ketahuan atasan juga.

Hari ini, tanpa disangka-sangka, atasan mereka datang ke kantor setelah makan siang. Erna belum kembali dari istirahat makan siang. Ketika atasan menanyakan Erna kemana, Kiki mengatakan Erna sedang makan siang. Tapi setelah hampir pukul dua Erna belum kembali, atasannya bertanya lagi. Kiki bingung. Terpaksa dia menjawab bahwa dia tidak tahu kemana Erna pergi. Ternyata Erna kembali ke kantor pukul dua lebih. Atasan langsung menanyakan Erna dari mana. Sambil terbata-bata Erna mengatakan tadi dia makan siang. Tapi ketika ditanya mengapa sampai demikian lama, dia tidak bisa menjawab.

Merasa ada sesuatu yang tidak wajar, atasan mereka langsung bertanya kepada bagian keamanan yang berjaga di depan kantor. Bagian keamanan mengatakan apa adanya dengan jujur. Dari mereka, akhirnya ketahuan bahwa Erna selalu pergi makan siang hingga dua jam lebih. Dia juga sering datang terlambat dan pulang lebih awal.

Tentu saja atasan marah sekali. Selama ini beliau tidak pernah marah karena memang bukan termasuk orang yang emosional. Tapi dalam kasus ini, mau tak mau beliau marah. Erna dipanggil dan diajak bicara mengenai hal itu. Beliau bertanya mengapa Erna berbuat semacam itu. "Apakah karena tidak suka bekerja di sana ? Atau apa?" Dengan perasaan bersalah, Erna meminta maaf dan mengaku sebenarnya dia suka bekerja di perusahaan itu. Hanya saja dia memang sering terlambat bangun pagi. Kemudian rumahnya jauh, sehingga kalau dia bisa pulang lebih awal, maka dia tidak perlu bermacet-macet di jalan.

Adapun dia perlu waktu agak lama untuk makan siang karena dia selalu makan siang bersama pacarnya. Tempat makannyapun selalu berp indah -p indah dan agak jauh dari kantor, sehingga dia terlambat tiba di kantor.

Atasannya sangat menyayangkan hal itu. Beliau berpendapat, kalau dari awal sudah tidak suka bekerja di sana , apalagi nanti. Kalau sejak awal bekerja, Erna sudah tidak jujur, bagaimana beliau bisa percaya lagi? Apalagi Erna masih dalam masa percobaan. Belum tiga bulan bekerja. Akhirnya, terpaksa Erna diminta mengundurkan diri.

Setelah itu, Kiki dan teman-teman lain dipanggil atasan. Beliau menanyakan mengapa selama ini tidak ada yang melaporkan masalah Erna kepadanya. Beliau berkata:"Satu hal yang saya paling tidak suka adalah perkataan 'Jangan bilang-bilang Bos', atau 'Bos jangan sampai tahu.'

Beliau menjelaskan bagi beliau, kepercayaan adalah nomor satu dalam bekerja. "Saya percaya pada kalian. Saya harap kalian percaya saya dan kalian juga memang bisa dipercaya. Dengan demikian, bekerja menjadi nyaman dan menyenangkan.

Hanya orang yang melakukan kesalahan yang akan mengucapkan kata-kata 'Bos jangan tahu'. Hanya orang yang merasa bersalah yang akan merasa takut kalau ketahuan. Selama kita berbuat benar, tidak ada yang perlu ditakuti bukan? Supaya tidak takut, berbuatlah benar dan juga jangan berpihak kepada yang salah."

Betul juga sih, pikir Kiki. Kiki bersyukur. Untung beliau bijaksana. Kiki dan teman-temannya dimaafkan. Tapi kini Kiki dan semua temannya mengerti bahwa selama ini mereka ikut merasa bersalah karena telah ikut melindungi kesalahan Erna. Tanpa sadar, mereka ikut merasa takut ketahuan, padahal yang bersalah bukan mereka semua. Mereka semua hanya menjadi korban perbuatan Erna.

Sekarang, Kiki berniat menghindari ungkapan 'Bos jangan tahu!'. Caranya? Tidak melakukan kesalahan. Kalaupun salah, lebih baik mengaku dan meminta maaf serta berniat mengubahnya. Toh, akhirnya pasti ketahuan juga. Mana ada sih perbuatan buruk yang pada akhirnya tidak ketahuan? Do the right thing! It will set you free from fear!

Sumber: Bos Jangan Tahu oleh Lisa Nuryanti, Director Expands Consulting & Training Specialist


Rabu, 25 Maret 2009

20 PERATURAN MAJIKAN YANG ANEH


SECARA umum majikan TKI di Singapura baik, tetapi ada juga yang brengsek sehingga berurusan dengan polisi. Mereka sering membuat peraturan yang aneh- aneh. Berikut 20 aturan yang aneh-aneh seperti dikumpulkan koran The Strait Times .

1. Gaji penuh didapat setelah kontrak selesai (selama 2 tahun).

2. Uang yang didapat dari “angpao” harus dititipkan kepada majikan.

3. Di malam hari semua mainan anak harus dalam keadaan tercuci.

4. Sebelum tidur wajib menangkap seekor kecoa atau cicak.

5. Wajib mematikan teve sebelum tidur.

6. Gendong bayi dan memasak berbarengan.

7. Pisahkan jemuran pakaianmu dan pakaian majikan.

8. Dilarang pegang uang.

9. Bertegur sapa, harus menunduk, senyum, sambil bilang “terima kasih”.

10. Dilarang pakai toilet majikan.

11. Harus sembunyi di dapur kalau tuan datang.

12. Dilarang senyum dan bertegur sapa dengan tetangga.

13. Dilarang menduduki sofa tamu/depan. Harus duduk di lantai saat menerima perintah majikan.

14. Wajib pakai pakaian jeans, tertutup rapat di rumah.

15. Dilarang melongok dan melihat-lihat dari jendela.

16. Harus minta izin kalau mau buka-buka lemari.

17. Jangan pakai yang “aneh-aneh” di dalam rumah.

18. Mandi cukup sekali sehari.

19. Membersihkan lantai harus pakai kain, bukan mop.

20. Jangan makan makanan yang bukan untukmu.


Senin, 23 Maret 2009

Uang Dihamburkan, Rakyat Diterlantarkan


Pesta demokrasi menguras trilyunan rupiah. Rakyat diminta menyukseskannya. Tapi rakyat gigit jari setelahnya. Demokrasi untuk siapa?

Seorang pengurus sebuah partai politik di sebuah kabupaten di Jawa Barat harus gigit jari. Ia tak bisa menjadi calon anggota legislatif. Pasalnya ia tak mampu membayar setoran ke partai sebagai syarat untuk duduk sebagai caleg kendati ia siang malam ikut membesarkan partainya. “Saya harus membayar Rp 20 juta. Dari mana uang itu saya dapatkan,” katanya.

Itu baru mendaftar lewat partainya, belum ketika sudah masuk dalam daftar calon tetap. Banyak dana lagi yang harus dikeluarkan untuk mempromosikan diri alias mencari popularitas. Mulai dari membuat spanduk, baliho, poster, kaos, bendera, memasang iklan di media massa, mendatangi daerah pemilihan, membayar tim sukses, membuat pesta/hajatan, mendatangkan petinggi partai, dan sebagainya. Walhasil, dana kebutuhan kam-panye ini tak cukup hanya Rp 20 juta per caleg.
Tak heran, bila ada caleg yang akhirnya terjun ke dunia kejahatan untuk memenuhi seluruh kebutuhan hidup. Dua caleg asal Lampung Selatan, Reza Fadillah dan Anshorullah dari Partai Pemuda Indonesia ditangkap polisi di Pelabuhan Bakauheni, Lampung, Ahad malam (22/2). Dua caleg bersama rekannya ini kedapatan membawa 12 kilogram ganja senilai Rp 26 juta. Ganja sebanyak itu akan dijual di Jakarta untuk modal kampanye. “Untuk membuat artibut kampanye dan sosialisasi,” kata Reza.

Di Jakarta, seorang caleg DPRD DKI pun ditangkap polisi. Hariman Siregar diduga mencuri motor di depan sebuah rumah makan bersama rekannya. Kepada polisi ia mengaku melakukan tindakan kriminal itu karena kesulitan ekonomi. Sedangkan di Riau, Chaterina (54) caleg DPRD Riau tertangkap membawa seribu butir ekstasi. Di Mojokerto, Jawa Timur, Kusryanto, caleg untuk DPRD Kabupaten Mojokerto ter-tangkap saat menjadi bandar judi.

“Demokrasi memang mahal,” kata Rizal Mallarangeng dalam sebuah kesempatan. Hanya mereka yang memiliki modal yang cukup yang bisa berperan. Sementara yang uangnya cekak, harus minggir dari percaturan. Namanya saja pesta demokrasi. Pesta butuh uang. Apalagi untuk duduk di singgasana Senayan.

Siapapun yang sudah telanjur menjadi caleg, mau tidak mau harus berkorban. Dalam pertemuan caleg Golkar di Jakarta (18/2) terungkap, entertainer senior Tantowi Yahya yang menjadi caleg untuk Dapil Sumsel 2 memerlukan dana sekitar Rp 1,5 milyar. Sedangkan Jeremy Tho-mas yang terdaftar untuk Dapil Riau sudah mengeluarkan dana sekitar Rp 450 juta. Pengeluaran itu paling besar untuk biaya iklan.

Yang menarik adalah cerita para mantan aktivis yang kini menjadi caleg. Dalam perbincangan di sebuah televisi awal Februari lalu, tanpa rasa malu seorang mantan aktivis mengata-kan sudah habis Rp 160 juta. Karena itu pula ia menunggak membayar SPP anaknya selama dua bulan. Ada juga yang mengaku telah mengeluarkan uang Rp 70 juta, padahal asetnya hanya Rp 50 juta. Malah ada yang terang-terangan menyatakan utangnya telah mencapai puluhan juta untuk dana kampanye.

Dibandingkan Pemilu 2004, pemilu kali ini memang agak sedikit beda. Mahkamah Konstitusi (MK) menetapkan calon terpilih tak lagi berdasarkan nomor urut tapi siapa yang suaranya paling banyak. Konsekuensinya, menurut seorang pengamat, dana kampanye akan naik hingga 10 kali lipat. Dana kampanye tak hanya dari partai, tapi para caleg harus merogoh kocek sendiri untuk bersaing dengan sesama rekan mereka separtai.

Wajar bila seorang caleg Golkar menyatakan bahwa seorang caleg DPR RI harus menyediakan dana minimal Rp 400 juta. Bisa dihitung berapa total pengeluaran semua caleg yang tercatat saat ini sebanyak 11.868 orang untuk DPR. Nilainya sekitar Rp 4,727 trilyun rupiah. Jangan kaget dulu, itu belum termasuk pengeluaran caleg dari 471 DPRD kabupaten/kota dan 33 DPRD provinsi. Yang jumlah calegnya mencapai puluhan ribu orang. Anda bisa perkirakan sendiri besarnya. Ada yang memperkirakan jumlahnya bisa sampai Rp 50 trilyun. Wow.....

Itupun baru untuk caleg. Pemilihan presiden/wakil presiden berbeda lagi. Sebagai bahan perbandingan, dalam Pilpres 2004 pasangan Wiranto-Salahuddin Wahid melaporkan pengeluaran-nya Rp 86 milyar, Megawati Soekanoputri-Hasyim Muzadi Rp 84 milyar, SBY/JK Rp 74 milyar, Amien Rais-Siswono Yudo Husodo Rp 16 milyar, serta pasangan Hamzah Haz-Agum Gumelar Rp 16 milyar. Total keseluruhannya Rp 276 miliar. Rizal Subiakto, CEO Hotline Advertising memperkirakan tahun 2008 dan 2009 iklan politik ini akan meningkat 3 sampai 4 kali lipat lebih besar dari tahun 2007. Sementara Irfan Wachid dari 25frame Indonesia Production mengatakan seorang politikus nasional akan menghabiskan Rp 5 - Rp 10 milyar/bulan untuk biaya poles diri, poles senyum di hadapan rakyat pemilihnya. Coba Anda hitung sendiri jumlahnya!

Penyelenggaraan pemilu 2009 sendiri membutuhkan biaya yang sangat besar. Anggaran formal yang telah disetujui DPR adalah Rp 14,1 trilyun, dengan rincian anggaran Rp 5,03 trilyun untuk pemilihan legislatif dan Rp 9,072 trilyun untuk pemilihan presiden.

Perilaku boros ini sebenarnya bukan made in Indonesia. Amerika Serikat sebagai adidaya telah mengekspor demokrasi beserta seluruh perangkatnya ke negeri ini. Lihat saja, delapan tahun silam, George W Bush menghabiskan US$ 36 juta untuk iklan televisi. Al Gore mengeluar-kan US$ 31 juta untuk hal yang sama. Biaya itu kini meningkat 50 persen dibandingkan dengan pemilu empat tahun sebelumnya. Untuk iklan televisi sehari saja, Obama menghabiskan dana US$ 3,3 juta (Rp 3,9 milyar). Tuh, apa bedanya dengan Indonesia?

Dana dari Mana?

Iklan politik menjadi primadona bagi para kontestan pemilihan umum untuk menjaring preferensi publik. Riset Nielsen menunjukkan, dana iklan politik tahun 2008 mencapai Rp 2,208 trilyun, meningkat 66 persen dibandingkan dengan tahun 2007 yang mencapai Rp 1,327 trilyun. Angka yang sesungguhnya pasti lebih besar karena riset ini belum menghitung belanja iklan politik untuk media radio, internet, serta media luar ruang. Dana iklan politik juga masih akan mengge-lembung karena menjelang pemilu legislatif April 2009, dapat dipastikan iklan politik semakin gencar menyapa publik.

Namun, gegap-gempita iklan politik selalu meninggalkan persoalan kompleks. Bagaimana transparansi dan akuntabilitas-nya? Publik tidak pernah tahu secara persis besaran dana iklan politik itu, dari mana asalnya, siapa saja donaturnya, dibelanjakan untuk apa saja, serta bagaimana konsekuensinya terhadap kinerja pemerintahan yang baru nanti. Pengalaman Pemilu 2004 menunjukkan hal itu.

Inu Kencana, mantan dosen Institut Pemerintahan Dalam Ne-geri (IPDN) menjelaskan paling tidak ada dua model datangnya dana bagi kampanye ini. Pertama, caleg itu orang kaya sehingga mampu membiayai dirinya sen-diri. Kedua, caleg yang dibiayai oleh orang lain. Menurutnya, kedua-duanya berbahaya karena orang kaya akan memikirkan bagaimana mendapatkan uang yang telah diinvestasikan selama kampanye saat duduk di kursi dewan. “Dia akan korupsi sebanyak-banyaknya. Bangsa ini akan hancur,” katanya. Sedangkan, orang yang maju karena didukung para cukong, akan memberikan konsesi kebijakan atau berupa proyek kepada para pemodalnya tersebut.

Karenanya, Inu mencurigai caleg-caleg yang mau menerima dana dari para pengusaha. Masalahnya, wakil rakyat adalah pengawas eksekutif. “Jika ada pengusaha yang mengatur wakil rakyat, ini sama saja dengan maling yang kerja sama dengan satpam,” jelasnya kepada Media Umat.

Analisis Inu itu tidak terlalu berlebihan. Pasti ada 'udang di balik batu' dari setiap dana yang disumbangkan kepada ca-leg/capres. Sosiolog Imam B Prasodjo, mengatakan setiap pengusaha/konglomerat mempunyai hitung-hitungan. Calon yang didukungnya akan jadi atau tidak. ”Kalau prediksinya jadi, ya didukung. Imbalannya yaitu beru-pa undang-undang atau regulasi dan juga proyek-proyek yang bakal menguntungkan konglomerat,” jelasnya.

Hanya saja sangat sulit bisa melacak siapa saja pengusaha kakap yang ada di balik hajatan demokrasi ini. Audit sulit dilakukan. Ketua Dewan Pengurus Nasional Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) Ahmadi Hadibroto dalam sebuah diskusi di Jakarta mengatakan dana kampanye peserta pemilu 2009 tidak dapat diaudit seluruhnya karena keterbatasan jumlah akuntan publik dan waktu. Jumlah laporan yang laporan dana kampanye yang harus diaudit sekitar 18 ribu, sementara jumlah akuntan publik (AP) yang terdaftar yakni 689 orang.

Tak hanya itu, Sekjen Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI) Tarkosunaryo menjelaskan akuntan tidak memiliki dasar hukum untuk mengaudit laporan dana kampanye calon anggota legislatif karena yang dimaksud dengan peserta pemilu adalah partai politik dan calon anggota DPD. Audit juga tidak dapat dilakukan maksimal karena akuntan hanya dapat mengaudit dana yang dilaporkan saja. "Kami bukan tidak mau mengaudit, tetapi status hukumnya tidak jelas," kata di Jakarta beberapa waktu lalu..

Sekjen Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI) Tarko-sunaryo, di Jakarta, Kamis, meng-ungkapkan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2008 tentang pemilu legislatif telah menyebut-kan peserta pemilu wajib melaporkan dana kampanye dan rekening khusus dana kampanye pada KPU sesuai tingkatannya. Yang dimaksud dalam peserta pemilu adalah partai politik dan calon anggota DPD.

Mimpi Kesejahteraan

Siapa yang diuntungkan dari proses demokrasi dengan biaya besar ini? Jawabnya sangat mudah. Para pengusaha dan orang-orang yang mau dijadikan kacungnya. Simak saja ke mana produksi alat-alat kampanye dipesan? Siapa yang menikmati kue iklan? Pengusaha. Tapi itu bukan pengusaha kecil di pinggir jalan, namun para pengusaha besar. Rakyat hanya menjadi penonton dan penggembira.

Dalam proses berikutnya, para wakil rakyat itu akan berusaha memulihkan kembali kekayaan yang pernah dikeluarkannya sebagai investasi. Para cukong juga akan menagih janji. Di sinilah kemungkinan penyelewengan terbuka lebar. Menurut Imam, semakin besar biaya kampanye yang dikeluarkan oleh calon anggota DPR, bupati, dan lain-lain, semakin besar kemungkinan untuk korupsi terjadi. Sebaliknya, kian sedikit keuntungan rakyat yang diperoleh. “Karena pada awal-awal tahun itu boro-boro akan memikirkan rakyat tetapi orang yang dipilih rakyat ini akan memikirkan bagaimana mengem-balikan uang yang sudah keluar,” jelasnya.

Tak mengherankan bila Transparansi Indonesia menem-patkan DPR sebagai salah satu sarang korupsi. Menarik disimak data Indonesia Corruption Watch (ICW) dari Januari hingga Desember 2004 mengenai kasus korupsi yang melibatkan anggota Dewan menunjukkan beberapa hal. Pertama, dari sisi jumlah kasus, perbuatan korupsi yang meli-batkan anggota DPRD merupakan jumlah terbanyak, yakni 102 kasus dari total 239 kasus korupsi yang muncul di sebagian besar wilayah di Indonesia.

Data di atas sekaligus hendak menunjukkan bahwa aktor korupsi yang menempati urutan terbesar adalah anggota Dewan. Data ini paralel dengan hasil survei Transparansi Internasional Indonesia (TII) pada 2004 yang menempatkan partai politik sebagai lembaga yang dianggap paling korup. Dengan demikian, terdapat korelasi yang masuk akal antara kondisi partai politik yang buruk dan perilaku anggota Dewan yang korup. Kedua, secara umum terdapat empat modus korupsi DPRD.

Modus pertama adalah menggelembungkan batas alokasi penerimaan anggota Dewan atau yang lebih akrab disebut mark-up.

Kedua, menggandakan (redundant) item penerimaan anggota Dewan melalui berbagai strategi. Strategi yang paling kerap muncul adalah memasukkan item anggaran yang berbeda-beda untuk satu fungsi.

Modus ketiga adalah mengada-adakan pos penerimaan anggaran yang sebenarnya tidak diatur dalam PP Nomor 110/2000.

Modus keempat adalah korupsi dalam pelaksanaan program kegiatan Dewan. Dari aspek tindakan, korupsi jenis ini adalah korupsi yang paling telanjang dan nyata. Ini sebagaimana telah dilakukan oleh anggota DPRD Kota Padang yang telah memalsukan tiket pesawat perjalanan dinas (SPJ fiktif) hingga mencapai Rp 10,4 milyar.

Di antara keempat modus korupsi tersebut, modus keempat paling umum terjadi. Sedangkan, modus korupsi anggota Dewan yang pertama hingga ketiga merupakan produk kesepakatan dua pihak (eksekutif dan legislatif) dengan memanfaatkan dua hal, kewenangan yang dimiliki untuk membuat peraturan dan celah perundang-undangan yang tumpang-tindih.

Kondisi tak berbeda terjadi pada pihak eksekutif sebab banyak eksekutif adalah para petinggi-petinggi partai. Modusnya tak jauh beda. Ada yang menjadi makelar utang pemerintah maupun penjualan BUMN. Ada yang mengutak-atik anggaran dan sebagainya. Sebagian berkolaborasi dengan pengusaha untuk menggolkan kebijakan pro mereka.

Sementara masyarakat tetap dalam kondisi semula. Janji perubahan tak kunjung tiba. “Tidak ada harapan kesejahteraan dengan model demokrasi yang sekarang ini bagi rakyat. Keadaan tampaknya tidak akan baik,” kata Inu Kencana. Lagi pula, menurut-nya, memang tidak ada hubungan antara demokrasi dan kesejah-teraan. Lebih tegas, ia menyatakan Indonesia masuk ke pelukan kapitalisme. Orang kaya yang menang.

Mengutip pernyataan Jimmy Carter, mantan Presiden Amerika Serikat, bahwa demokrasi kini telah menjadi industri politik. Dengan demikian yang diuntungkan adalah para pemilik modal. Dan itu pas dengan prinsip-prinsip kapitalisme global. Masihkah Anda mengharapkan tetesan kesejahteraannya?

Sumber : [] mujiyanto/www.mediaumat.com



Tips Sehat, Minumlah Air Putih setelah Bangun Tidur


Di Jepang sekarang ini sangat popular sekali trend minum air setelah Bangun pagi. Apalagi, test ilmiah telah membuktikan keampuhannya.Kami memberikan deskripsi penggunaan air kepada pembaca kami dibawah ini. Terapi air ini telah dibuktikan sukses oleh kumpulan pengobatan Jepang untuk penyakit lama dan serius dan juga penyakit moderen.

Penyakit-penyakit tersebut adalah sebagai berikut:
Sakit kepala, sakit badan, system jantung, arthritis, detak jantung cepat, epilepsi, kelebihan berat badan, asma bronchitis, penyakit ginjal dan urin, muntah-muntah, asam lambung, diare, diabetes, susah buang air besar, semua penyakit mata, rahim, kanker, datang bulan lancar, dan penyakit telinga, hidung dan kerongkongan.

METODE TERAPI

  1. Setelah anda Bangun pagi sebelum mengosok gigi, minum 4 x 160 gelas air
  2. Gosok dan bersihkan mulut tetapi jangan makan ataupun minum apapun selama 45 menit
  3. Setelah 45 menit anda boleh makan dan minum seperti biasa
  4. Setelah 15 menit sarapan, makan siang dan makan malam, jangan makan ataupun minum apapun selama 2 jam
  5. Untuk anda yang tua ataupun sakit dan tidak dapat minum 4 gelas air pada saat mulai bisa digantikan dengan meminum sedikit air terlebih dahulu dan kemudian ditingkatkan secara berkala hingga 4 gelas per hari.
  6. Metode diatas adalah terapi untuk mengobati penyakit dari orang yang sakit dan orang lain dapat menikmati hidup yang sehat.

Daftar berikut adalah jumlah hari yang dibutuhkan untuk terapi pengobatan/control/ mengurangi penyakit utama:
  1. Tekanan darah tinggi (30 hari)
  2. Asam lambung (10 hari)
  3. Diabetes (30 hari)
  4. Susah buang air besar/konstipasi (10 hari)
  5. Kanker (180 hari)
  6. Tuberculosis (90 hari)
  7. Pasien arthritis disarankan untuk mengikuti terapi diatas ini hanya 3 hari pada minggu pertama dan dari minggu kedua dan seterusnya - setiap hari

Metode pengobatan ini tidak mempunyai efek samping, tetapi pada saat pelaksanaan pengobatan ini anda mungkin akan buang air beberapa kali.

Adalah lebih baik jika kita melanjutkan terapi ini dan menjadikan prosedur ini sebagai rutinitas kerja dalam kehidupan kita. Minum air dan tetap sehat dan aktif.

Hal ini masuk akal…. Orang Cina dan Jepang minum teh hangat pada saat makan mereka … bukan air dingin. Mungkin sudah waktunya kita mengadopsi kebiasaan minum mereka sewaktu makan !!!

Untuk yang suka minum air dingin, artikel ini mungkin berguna untuk anda. memang enak minum minuman dingin setelah makan. Tetapi bagaimanapun juga, air dingin akan memadatkan minyak yang anda konsumsi. Ia akan memperlambat pencernaan.

Sekali “kotoran” ini bereaksi dengan asam, ia akan dipecah dan diserap oleh intestine lebih cepat daripada makanan padat. Ia akan berbaris dalam usus besar. Dengan cepat, ini akan berubah menjadi lemak dan menjadi pemicu kanker. Adalah sangat bagus untuk minum sup hangat ataupun air hangat setelah makan.


Jumat, 20 Maret 2009

10 FAKTA MENARIK TENTANG ISLAM




  1. Nama “Muhammad” adalah nama yang paling populer di seluruh dunia, dan menempati urutan nomor dua di negara Inggris untuk nama bayi laki-laki ( urutan pertama ditempati oleh nama ‘Jack’ )
  2. Albania merupakan negara satu-satunya di benua Eropa yang 90% penduduknya beragama Islam
  3. Kata-kata berikut ini diserap dari bahasa Arab : Algebra, Zero, Cotton, Sofa, Rice, Candy, Safron, Balcony, bahkan ‘Alcohol’ juga berasal dari bahasa Arab, Al-Kuhl, yang mempunyai arti bubuk
  4. Beberapa ayat di dalam Al-Qur’an menggambarkan pentingnya persamaan hak antara pria dan wanita ( secara perhitungan matematik ). Kata “Pria” dan “Wanita” di dalam Al-Qur’an sama-sama berjumlah 24 buah.
  5. Tidak ada apa-apa di dalam Ka’bah.
  6. Islam merupakan agama yang pertumbuhannya paling cepat di dunia menurut banyak sumber, diperkirakan akan menjadi agama nomor 1 pada tahun 2030
  7. Umat Hindu percaya bahwa di dalam Ka’Bah ada salah satu dari Tuhan mereka yang bernama ‘Shiva Lingam‘
  8. Nabi Muhammad SAW melaksanakan ibadah haji hanya sekali dalam hidupnya.
  9. Jikalau sekarang Al-Qur’an dihancurkan, maka versi arab dari Al-Qur’an akan segera di-recover oleh jutaan muslim, yang disebut Huffaz yang tela menghafalkan kata-kata di dalam Al-Qur’an dari mulai awal sampai dengan akhir ayat.
  10. Nama original dari kota suci Madinah adalah “YATHRIB”

Dikutip dari http://aneh22.blogspot.com





Presiden Teladan Presiden Termiskin di Dunia !!!

REPOST !!!

Kalo membaca Artikel Ini Sangat Bertolak Belakang Dengan Pejabat di Indonesia yg 99% BEJAT ....!!!!

Mudah-mudahan di pemilu yang akan datang kita akan memiliki Presiden seperti ini




Presiden Iran saat ini: Mahmoud Ahmadinejad, ketika di wawancara oleh TV Fox (AS) soal kehidupan pribadinya:

"Saat anda melihat di cermin setiap pagi, apa yang anda katakan pada diri anda?"
Jawabnya: "Saya melihat orang di cermin itu dan mengatakan padanya:
"Ingat, kau tak lebih dari seorang pelayan, hari di depanmu penuh dengan tanggung jawab yang berat, yaitu melayani bangsa Iran ."


Berikut adalah gambaran Ahmadinejad, yang membuat orang ternganga dan terheran-heran :






1. Saat pertama kali menduduki kantor kepresidenan
Ia menyumbangkan seluruh karpet Istana Iran yang sangat tinggi nilainya itu
kepada masjid2 di Teheran dan menggantikannya dengan karpet biasa yang mudah dibersihkan.

2. Ia mengamati bahwa ada ruangan yang sangat besar untuk menerima dan menghormati tamu VIP,
lalu ia memerintahkan untuk menutup ruang tersebut dan menanyakan pada protokoler
untuk menggantinya dengan ruangan biasa dengan 2 kursi kayu, meski sederhana tetap terlihat impresive.

3. Di banyak kesempatan ia bercengkerama dengan petugas kebersihan di sekitar rumah dan kantor kepresidenannya.

4. Di bawah kepemimpinannya, saat ia meminta menteri2 nya untuk datang kepadanya
dan menteri2 tsb akan menerima sebuah dokumen yang ditandatangani yang berisikan arahan2 darinya,
arahan tersebut terutama sekali menekankan para menteri2nya untuk tetap hidup sederhana
dan disebutkan bahwa rekening pribadi maupun kerabat dekatnya akan diawasi,
sehingga pada saat menteri2 tsb berakhir masa jabatannya dapat meninggalkan kantornya dengan kepala tegak.



5. Langkah pertamanya adalah ia mengumumkan kekayaan dan propertinya yang terdiri dari Peugeot 504 tahun 1977,
sebuah rumah sederhana warisan ayahnya 40 tahun yang lalu di sebuah daerah kumuh di Teheran.
Rekening banknya bersaldo minimum, dan satu2nya uang masuk adalah uang gaji bulanannya.

6. Gajinya sebagai dosen di sebuah universitas hanya senilai US$ 250.

7. Sebagai tambahan informasi, Presiden masih tinggal di rumahnya.
Hanya itulah yang dimilikinyaseorang presiden dari negara yang penting baik secara strategis, ekonomis, politis,
belum lagi secara minyak dan pertahanan.
Bahkan ia tidak mengambil gajinya, alasannya adalah bahwa semua kesejahteraan adalah milik negara dan ia bertugas untuk menjaganya.

8. Satu hal yang membuat kagum staf kepresidenan adalah tas yg selalu dibawa sang presiden tiap hari selalu berisikan sarapan;
roti isi atau roti keju yang disiapkan istrinya dan memakannya dengan gembira,
ia juga menghentikan kebiasaan menyediakan makanan yang dikhususkan untuk presiden.




9. Hal lain yang ia ubah adalah kebijakan Pesawat Terbang Kepresidenan,
ia mengubahnya menjadi pesawat kargo sehingga dapat menghemat pajak masyarakat dan untuk dirinya,
ia meminta terbang dengan pesawat terbang biasa dengan kelas ekonomi.

10. Ia kerap mengadakan rapat dengan menteri2 nya untuk mendapatkan info tentang kegiatan dan efisiensi yang sdh dilakukan,
dan ia memotong protokoler istana sehingga menteri2 nya dapat masuk langsung ke ruangannya tanpa ada hambatan.
Ia juga menghentikan kebiasaan upacara2 seperti karpet merah, sesi foto, atau publikasi pribadi,
atau hal2 spt itu saat mengunjungi berbagai tempat di negaranya.


11. Saat harus menginap di hotel, ia meminta diberikan kamar tanpa tempat tidur yg tidak terlalu besar
karena ia tidak suka tidur di atas kasur, tetapi lebih suka tidur di lantai beralaskan karpet dan selimut.
Apakah perilaku tersebut merendahkan posisi presiden?

Presiden Iran tidur di ruang tamu rumahnya sesudah lepas dari pengawal2nya yg selalu mengikuti kemanapun ia pergi.
Menurut koran Wifaq, foto2 yg diambil oleh adiknya tersebut,
kemudian dipublikasikan oleh media masa di seluruh dunia, termasuk amerika.




12. Sepanjang sholat, anda dapat melihat bahwa ia tidak duduk di baris paling muka



13. Bahkan ketika suara azan berkumandang,
ia langsung mengerjakan sholat dimanapun ia berada meskipun hanya beralaskan karpet biasa





14. baru-baru ini dia baru saja mempunyai Hajatan Besar Yaitu Menikahkan Puteranya. Tapi pernikahan putra Presiden ini hanya layaknya pernikahan kaum Buruh. Berikut dokumentasi pernikahan Putra Seorang Presiden




Mudah-mudahan di pemilu yang akan datang kita akan memiliki Presiden seperti itu


sumber :http://kaskus.us/showthread.php?t=1190442

Pengakuan Tentara Israel


(Selama di Gaza, Kami tidak bermoral)

Ini pengakuan terbaru dan langsung dari prajurit Israel. Dalam sebuah konferensi yang dipublikasikan Selasa lalu, dua orang tentara Israel yang tergabung dalam International Delta Force (IDF atau kesatuan tentara Israel), mengeluarkan pernyataan sehubungan dengan agresi mereka ke Jalur Gaza, Januari silam. "Kami selalu diperintahkan untuk masuk ke kerumunan. Kami diperintahkan untuk menembak kota pertama kali. Kami menembak semua orang dan membunuh banyak orang pula...

"Ketika kami memasuki sebuah rumah, kami tak pernah lagi membuka pintu, dan menembak begitu saja ke dalam rumah itu... Kami menyebutnya sebagai pembunuhan. Kami bertanya pada diri sendiri, apakah ini beralasan?" ujar salah seorang dari mereka.

Yang membuat mereka mengungkapkan hal ini adalah sebuah kejadian yang terus mereka ingat setelah agresi ke Gaza selelsai. "Saya melihat seorang nenek yang renta melintasi kami. Ketika lewat di depan kami, ia dibiarkan saja. Namun setelah membelakangi kami, seorang komandan menyuruh beberapa orang dari kami untuk menembaknya. Itu adalah pembunuhan yang dingin sekali... Dan kami sama sekali tak bermoral."

Pengakuan ini jelas membuat Israel kelabakan. Di tengah investigasi interasional akan kejahatan perangnya selama di Gaza, pernyataan kedua tentara ini jelas semakin menyudutkan mereka. Dani MAzir, Kepala Akademi Tentara Israel langsung mengeluarkan pernyataan, "Kami pikir, mereka berdua terlalu melebih-lebihkan pengalaman pribadi mereka. Semua orang israel mengeluarkan pendapat bahwa nyawa orang Palestina tidak lebih penting daripada hidup tentara Israel." begitu Dani Mazir. "Kami akan segera mengusutnya. Ini tidak etis untuk tentara!" (sa/yn)

sumber: http://eramuslim.com/berita/palestina/pengakuan-tentara-israel-selama-di-gaza-kami-tidak-bermoral.html