Berdasarkan laporan terakhir Symantec, spam alias e-mail sampah masih menyumbang sebagian besar lalu lintas internet di Indonesia, yakni 86,61 persen dari keseluruhan e-mail pada bulan Oktober. Persentase ini sedikit lebih kecil ketimbang pada bulan September yang mencapai 89,40 persen.
Meski demikian, kategori spam yang berkaitan dengan leisure meningkat dua kali lipat menjadi 12 persen pada bulan Oktober, dibandingkan 6 persen pada bulan September. Spam-spam itu antara lain soal replika, obat-obatan online, bahkan scam Nigeria tipe 419. Hal ini berdasarkan rilis "Oktober 2010: Analisis Subyek Spam" yang dirilis Symantec.
Sementara itu, e-mail yang mengandung phishing atau jebakan link ke alamat laman internet palsu meningkat 0,3 persen bulan ini, dan terutama disebabkan oleh peningkatan serangan toolkit otomatis. Situs phishing yang dibuat dengan toolkit otomatis meningkat sebesar 41 persen. Namun, URL unik menurun 10 persen.Situs phishing dengan domain IP (misalnya domain seperti http://255.255.255.255) meningkat drastis sebesar 58 persen. Layanan penyedia web menyumbang sebesar 14 persen dari keseluruhan phishing atau meningkat sebesar 24 persen dari bulan sebelumnya.
Pada Oktober 2010, phishing dalam media sosial menyumbang sekitar 4 persen dari keseluruhan lanskap phishing. Jumlah situs phishing dalam media sosial meningkat secara signifikan sekitar 80 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Seperti pada bulan sebelumnya, mayoritas situs phishing memalsukan dua merek. Phishing dari kedua merek gabungan ini mendekati 98 persen dari keseluruhan phishing dalam media sosial.
Penebar diketahui menggunakan berbagai jenis umpan untuk memikat pengguna agar memberikan informasi pribadi mereka. Pada bulan Oktober, jenis umpan yang biasa digunakan yang teramati adalah situs phishing yang mengklaim berasal dari layanan keamanan merek jejaring sosial. Pengguna diminta untuk memberikan mandat login mereka untuk terus mengakses situs jejaring sosial tersebut.
BLOG yang berisi dengan catatan-catatan, kutipan, artikel semoga memberikan inspirasi, motivasi & semangat serta pengetahuan dalam Belajar, Bekerja, Berkarya dengan motto "TOTALITAS dalam setiap Aktivitas"...
Selasa, 30 November 2010
Tertawa, Olahraga untuk Jantung
INGIN tahu rahasia jantung sehat? Mungkin dokter akan menuliskan resep untuk tertawa 1 x 15 menit setiap hari. Sebuah studi mengungkapkan, tertawa bisa meningkatkan peredaran darah yang nantinya jika dilakukan secara rutin bisa menjadi pelindung dari penyakit jantung yang ampuh. Tidak percaya?
Benar! Para peneliti dari Maryland Medical Center meminta 20 orang dewasa yang sehat untuk menonton adegan dari 2 film yang berbeda, satu film komedi dan yang satu lagi film peperangan. Saat mereka menonton, para peneliti memantau kerja fungsi arteri mereka. Usai menyaksikan video yang lucu, pembuluh darah para relawan melebar sebesar 22% dan menyempit 35% setelah melihat adegan peperangan.Pelebaran akan memampukan darah mengalir melalui pembuluh darah tanpa rasa nyeri dan membuat jantung serta arteri berkontraksi. “Ini juga yang terjadi ketika kita melakukan latihan aerobik,” jelas Michael Miller, MD, salah satu peneliti.
Tertawa bisa memicu pelepasan oksida nitrat, yaitu senyawa yang akan membuat rileks sel-sel darah,” tambah Miller. Plus, senyawa ini juga akan melepaskan endorphin, hormon yang bertugas memperbaiki pembuluh darah. Saran dari Miller, sediakan waktu setidaknya 15 menit untuk tertawa benar-benar setiap hari.
Benar! Para peneliti dari Maryland Medical Center meminta 20 orang dewasa yang sehat untuk menonton adegan dari 2 film yang berbeda, satu film komedi dan yang satu lagi film peperangan. Saat mereka menonton, para peneliti memantau kerja fungsi arteri mereka. Usai menyaksikan video yang lucu, pembuluh darah para relawan melebar sebesar 22% dan menyempit 35% setelah melihat adegan peperangan.Pelebaran akan memampukan darah mengalir melalui pembuluh darah tanpa rasa nyeri dan membuat jantung serta arteri berkontraksi. “Ini juga yang terjadi ketika kita melakukan latihan aerobik,” jelas Michael Miller, MD, salah satu peneliti.
Tertawa bisa memicu pelepasan oksida nitrat, yaitu senyawa yang akan membuat rileks sel-sel darah,” tambah Miller. Plus, senyawa ini juga akan melepaskan endorphin, hormon yang bertugas memperbaiki pembuluh darah. Saran dari Miller, sediakan waktu setidaknya 15 menit untuk tertawa benar-benar setiap hari.
Kamis, 14 Oktober 2010
Tahukah Anda..?
Tahukah anda kalau orang yang kelihatan begitu tegar hatinya,
adalah orang yang sangat lemah dan butuh pertolongan?
Tahukah anda kalau orang yang menghabiskan waktunya untuk melindungi orang lain,
adalah justru orang yang sangat butuh seseorang untuk melindunginya?
Tahukah anda kalau tiga hal yang paling sulit untuk diungkapkan
adalah “aku cinta kamu”, “maafkan aku” dan “tolong aku” ?
Tahukah anda kalau orang yang suka berpakaian warna merah,
adalah orang yang lebih yakin kepada dirinya sendiri?
Tahukah anda kalau orang yang suka berpakaian kuning,
adalah orang yang menikmati kecantikannya sendiri?
Tahukah anda kalau orang yang suka berpakaian hitam,
adalah orang yang ingin tidak diperhatikan, butuh bantuan dan pengertian anda?
Tahukah anda kalau anda menolong seseorang,
pertolongan tersebut akan dikembalikan dua kali lipat?
Tahukah anda bahwa lebih mudah mengatakan perasaan anda dalam tulisan
dibandingkan mengatakan kepada seseorang secara langsung?
Tapi tahukah anda bahwa hal tsb akan lebih bernilai saat anda mengatakannya dihadapan orang tersebut?
Tahukah anda kalau anda memohon sesuatu dengan keyakinan,
keinginan anda tersebut pasti akan dikabulkan?
Tahukah anda bahwa anda bisa mewujudkan impian anda,
seperti jatuh cinta, menjadi kaya, selalu sehat?
Jika anda memintanya dengan keyakinan, dan jika anda benar-benar tahu,
anda akan terkejut dengan apa yang bisa anda lakukan.
Tapi jangan percaya semua yang saya katakan, sebelum anda mencobanya sendiri.
Jika anda tahu seseorang yang benar2 butuh sesuatu yg saya sebutkan diatas,
dan anda tahu anda bisa menolongnya, anda akan melihat bahwa pertolongan tersebut akan dikembalikan dua kali lipat.
Hari ini, bola persahabatan ada dilapangan anda, sampaikan ini kepada orang yang benar-benar menjadi sahabat anda (termasuk saya jika saya juga sahabat). Jangan merasa kecewa jika tidak ada seseorang yang mengirimkannya kembali kepada anda, anda akan mengetahui bahwa anda akan tetap menjaga bola persahabatan ini untuk yang lainnya.***
adalah orang yang sangat lemah dan butuh pertolongan?
Tahukah anda kalau orang yang menghabiskan waktunya untuk melindungi orang lain,
adalah justru orang yang sangat butuh seseorang untuk melindunginya?
Tahukah anda kalau tiga hal yang paling sulit untuk diungkapkan
adalah “aku cinta kamu”, “maafkan aku” dan “tolong aku” ?
Tahukah anda kalau orang yang suka berpakaian warna merah,
adalah orang yang lebih yakin kepada dirinya sendiri?
Tahukah anda kalau orang yang suka berpakaian kuning,
adalah orang yang menikmati kecantikannya sendiri?
Tahukah anda kalau orang yang suka berpakaian hitam,
adalah orang yang ingin tidak diperhatikan, butuh bantuan dan pengertian anda?
Tahukah anda kalau anda menolong seseorang,
pertolongan tersebut akan dikembalikan dua kali lipat?
Tahukah anda bahwa lebih mudah mengatakan perasaan anda dalam tulisan
dibandingkan mengatakan kepada seseorang secara langsung?
Tapi tahukah anda bahwa hal tsb akan lebih bernilai saat anda mengatakannya dihadapan orang tersebut?
Tahukah anda kalau anda memohon sesuatu dengan keyakinan,
keinginan anda tersebut pasti akan dikabulkan?
Tahukah anda bahwa anda bisa mewujudkan impian anda,
seperti jatuh cinta, menjadi kaya, selalu sehat?
Jika anda memintanya dengan keyakinan, dan jika anda benar-benar tahu,
anda akan terkejut dengan apa yang bisa anda lakukan.
Tapi jangan percaya semua yang saya katakan, sebelum anda mencobanya sendiri.
Jika anda tahu seseorang yang benar2 butuh sesuatu yg saya sebutkan diatas,
dan anda tahu anda bisa menolongnya, anda akan melihat bahwa pertolongan tersebut akan dikembalikan dua kali lipat.
Hari ini, bola persahabatan ada dilapangan anda, sampaikan ini kepada orang yang benar-benar menjadi sahabat anda (termasuk saya jika saya juga sahabat). Jangan merasa kecewa jika tidak ada seseorang yang mengirimkannya kembali kepada anda, anda akan mengetahui bahwa anda akan tetap menjaga bola persahabatan ini untuk yang lainnya.***
Kamis, 09 September 2010
Idul Fitri 1431 H
Satu hari sebelum hari H (H-1) dan nanti malam gemuruh takbir akan berkumandang. Selamat hari raya Idul Fitri 1431 H, mohon maaf lahir bathin. Maafkanlah segala kesalahan yang telah diperbuat baik disengaja maupun yang tak disengaja saat kita bercengkrama, bergaul, bekerja bersama, berkarya bersama dan akivitas lainnya.Ada yang rajin untuk berkirim beberapa buah sms lebaran, ada yg berkirim greeing card via facebook, dan ada juga yg berkirim kartu lebaran via pos (cara konvensional yg sdh mulai banyak ditinggalkan orang). Cara yg lebih modern melalui sms, fb, twitter, dll. Sebaiknya bila berkirim via sms, bagusnya kirim pada malam takbiran saja. Kalau setelah sholat Id biasanya operator agak tersendat…hehe…
Para mudiker & bikker (pemudik & pemudik dgn Sepeda Motor) apakah sudah sampai tujuan ? Jika belum selamat menikmati perjalanan dan semoga selamat sampai kampung halaman. Yang tdk mudik alias dirumah saja, selamat mempersiapkan makanan khas lebaran, rendang daging, ketupat, sambel buncis, kentang goreng, bermacam-macam kue, dsb.
Selamat Berlebaran
Mohon Maaf Lahir & Bathin
Rabu, 04 Agustus 2010
31 Kalimat Motivasi Di Pagi Hari Untuk 31 Hari
Ini kalimat-kalimat yang emang bagus banget untuk dibaca, dan digunakan untuk penyemangat diri...
1. Saya Berharga.
Saya berharga di mata saya dan orang lain, saya adalah orang berharga dengan banyak potensi dan kemampuan.
Saya mempunyai banyak kekurangan dan memilih menghargai diri saya berikut segala kekurangannya.
2. Saya bisa karena saya berpikir saya bisa.
Saya diprogramkan untuk berhasil, dan saya yakin saya adalah pemenang.
Hampir segala sesuatu dapat saya kerjakan dan percaya diri saya tanpa batas.
3. Saya orang yang penuh daya upaya.
Saya orang yang penuh daya upaya, tidak takut mengambi resiko dan peluang.
Saya penuh semangat, lebih baik mencoba walau gagal daripada tidak melakukan apa-apa.
4. Kata kesukaan saya adalah "mungkin".
Saya percaya pada sesuatu yang mungkin, saya melihat kemungkinan dimana-mana.
Saya melihat hal yang baik di setiap situasi dan setiap orang.
5. Hari ini adalah hidup baru.
Sebagai orang yang berharga di mata Tuhan, diri sendiri dan orang lain,
segala kekhawatiran, keraguan,dan berbagai hal negatif dalam diri saya...
sudah BERLALU.6. Saya orang yang penuh antusias.
Antusiasme saya menular kepada orang lain.
7. Saya selalu berkata positif.
Kata-kata saya selalu membangkitkan diri saya sendiri, saya memiliki kekuatan, kemampuan dan kualitas unggul.
8. Saya bahagia.
Saya berbahagia dan munyukai kehidupan yang baik.
Meskipun menghadapi tantangan dan badai kehidupan.
9. Saya ulet.
Saya terus maju dan ulet hingga saya berhasil. Apapun yang terjadi.
10. Hari ini pikiran saya positif.
Saya membekali pikiran saya dengan segala yang positif.
Membaca dan mendengar semua yang positif adalah kesukaan saya dan saya pantas untuk ini.
11. Tidak ada orang sempurna.
Saya menerima segala kekurangan saya.
Saya memperbaiki apa yang bisa.
Saya perbaiki dan menerima apa yang ada diluar kontrol saya.
Saya menerima diri saya apa adanya.
12. Saya berkomitmen.
Saya penuh dedikasi, saya menolak untuk biasa-biasa saja dan saya bekomitmen hingga saya berhasil.
13. Saya hidup berdasarkan prinsip berlian.
Dalam diri saya terdapat sifat-sifat berlian.
Saya unik, berharga, disukai orang, membawa terang, kehangatan dan warna bagi orang banyak.
14. Saya berpikir besar.
Imajinasi saya tanpa batas dan saya akan dapat mencapai lebih dari apa yang saya impikan sebelumnya.
15. Saya adalah magnet.
Saya menarik perhatian orang lain dan saya berpengaruh.
Saya belajar dari orang lain dan orang lain belajar dari saya.
16. Saya magnet uang.
Segala sesuatu yang saya inginkan sedang berjalan menuju diri saya dengan sendirinya.
17. Segala kesulitan akan berlalu.
Segala problem mempunyai batas waktu dan tidak permanen.
Saya adalah pemenang atas probem saya.
18. Saya berhasil.
Saya berhasil karena saya sukses dalam perjalanan bukan tujuan.
19. Saya tidak emosional.
Saya membuang emosi negaif seperti kasihan pada diri sendiri, takut, marah, benci, iri hati,dan depresi.
20. Hari ini mungkin hari terakhir saya.
Oleh karena itu saya selalu manjalani hari dengan baik, saya selalu mengutamakan hal penting dan bukan hal yang mendesak.
21. Saya membuat keputusan.
Keputusan saya adalah apa yang saya inginkan dalam hidup saya dan saya bertanggung jawab akan itu.
22. Fokus saya adalah sukses.
Sukses bagi saya adalah suatu sikap bukannya tindakan.
23. Saya murah hati.
Saya telah menerima banyak dalam hidup oleh karena itu saya juga berbagi kepada sesama.
24. Tidak pernah ada problem
Yang ada hanyalah kekurangan ide, saya berorientasi kepada solusi dan penuh ide kreatif dan cemerlang.
25. Saya berinvestasi pada diri sendiri.
Perkembangan diri adalah yang terpenting dalam hidup saya.
26. Saya orang berguna.
Terlepas dari apapun perkataan orang tentang saya, Tuhan menciptakan saya dengan sangat mengagumkan.
Oleh karena itu saya tidak frustasi untuk sekedar mendapat pengakuan dari orang lain.
27. Hadiah kepada diri sendiri.
Atas semua yang telah saya raih, saya harus memberikan reward kepada diri saya sendiri.
28. Pilihan saya ya.
Ya, karena saya orang yang optimis, saya memilih sisi terang dan positif.
29. Saya tidak keberatan membayar harga.
Saya berkorban untuk meraih mimpi saya, saya bersedia bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian.
30. Setiap hari saya mendapat berkat.
Saya menghitung berkat saya setiap hari untuk menyadari betapa beruntungnya saya, oleh karena itu saya bersyukur setiap hari karena berkat Tuhan berlimpah kepada saya.
31. Saya tidak mempermasalahkan hal yang sepele.
Hidup, problem dan tantangan saya lihat secara proporsional, karena saya orang yang penuh semangat dan percaya diri.
kiriman dari Haryadi Handika
Dikutip dari Facebook : Kisah kisah Inspiratif
1. Saya Berharga.
Saya berharga di mata saya dan orang lain, saya adalah orang berharga dengan banyak potensi dan kemampuan.
Saya mempunyai banyak kekurangan dan memilih menghargai diri saya berikut segala kekurangannya.
2. Saya bisa karena saya berpikir saya bisa.
Saya diprogramkan untuk berhasil, dan saya yakin saya adalah pemenang.
Hampir segala sesuatu dapat saya kerjakan dan percaya diri saya tanpa batas.
3. Saya orang yang penuh daya upaya.
Saya orang yang penuh daya upaya, tidak takut mengambi resiko dan peluang.
Saya penuh semangat, lebih baik mencoba walau gagal daripada tidak melakukan apa-apa.
4. Kata kesukaan saya adalah "mungkin".
Saya percaya pada sesuatu yang mungkin, saya melihat kemungkinan dimana-mana.
Saya melihat hal yang baik di setiap situasi dan setiap orang.
5. Hari ini adalah hidup baru.
Sebagai orang yang berharga di mata Tuhan, diri sendiri dan orang lain,
segala kekhawatiran, keraguan,dan berbagai hal negatif dalam diri saya...
sudah BERLALU.6. Saya orang yang penuh antusias.
Antusiasme saya menular kepada orang lain.
7. Saya selalu berkata positif.
Kata-kata saya selalu membangkitkan diri saya sendiri, saya memiliki kekuatan, kemampuan dan kualitas unggul.
8. Saya bahagia.
Saya berbahagia dan munyukai kehidupan yang baik.
Meskipun menghadapi tantangan dan badai kehidupan.
9. Saya ulet.
Saya terus maju dan ulet hingga saya berhasil. Apapun yang terjadi.
10. Hari ini pikiran saya positif.
Saya membekali pikiran saya dengan segala yang positif.
Membaca dan mendengar semua yang positif adalah kesukaan saya dan saya pantas untuk ini.
11. Tidak ada orang sempurna.
Saya menerima segala kekurangan saya.
Saya memperbaiki apa yang bisa.
Saya perbaiki dan menerima apa yang ada diluar kontrol saya.
Saya menerima diri saya apa adanya.
12. Saya berkomitmen.
Saya penuh dedikasi, saya menolak untuk biasa-biasa saja dan saya bekomitmen hingga saya berhasil.
13. Saya hidup berdasarkan prinsip berlian.
Dalam diri saya terdapat sifat-sifat berlian.
Saya unik, berharga, disukai orang, membawa terang, kehangatan dan warna bagi orang banyak.
14. Saya berpikir besar.
Imajinasi saya tanpa batas dan saya akan dapat mencapai lebih dari apa yang saya impikan sebelumnya.
15. Saya adalah magnet.
Saya menarik perhatian orang lain dan saya berpengaruh.
Saya belajar dari orang lain dan orang lain belajar dari saya.
16. Saya magnet uang.
Segala sesuatu yang saya inginkan sedang berjalan menuju diri saya dengan sendirinya.
17. Segala kesulitan akan berlalu.
Segala problem mempunyai batas waktu dan tidak permanen.
Saya adalah pemenang atas probem saya.
18. Saya berhasil.
Saya berhasil karena saya sukses dalam perjalanan bukan tujuan.
19. Saya tidak emosional.
Saya membuang emosi negaif seperti kasihan pada diri sendiri, takut, marah, benci, iri hati,dan depresi.
20. Hari ini mungkin hari terakhir saya.
Oleh karena itu saya selalu manjalani hari dengan baik, saya selalu mengutamakan hal penting dan bukan hal yang mendesak.
21. Saya membuat keputusan.
Keputusan saya adalah apa yang saya inginkan dalam hidup saya dan saya bertanggung jawab akan itu.
22. Fokus saya adalah sukses.
Sukses bagi saya adalah suatu sikap bukannya tindakan.
23. Saya murah hati.
Saya telah menerima banyak dalam hidup oleh karena itu saya juga berbagi kepada sesama.
24. Tidak pernah ada problem
Yang ada hanyalah kekurangan ide, saya berorientasi kepada solusi dan penuh ide kreatif dan cemerlang.
25. Saya berinvestasi pada diri sendiri.
Perkembangan diri adalah yang terpenting dalam hidup saya.
26. Saya orang berguna.
Terlepas dari apapun perkataan orang tentang saya, Tuhan menciptakan saya dengan sangat mengagumkan.
Oleh karena itu saya tidak frustasi untuk sekedar mendapat pengakuan dari orang lain.
27. Hadiah kepada diri sendiri.
Atas semua yang telah saya raih, saya harus memberikan reward kepada diri saya sendiri.
28. Pilihan saya ya.
Ya, karena saya orang yang optimis, saya memilih sisi terang dan positif.
29. Saya tidak keberatan membayar harga.
Saya berkorban untuk meraih mimpi saya, saya bersedia bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian.
30. Setiap hari saya mendapat berkat.
Saya menghitung berkat saya setiap hari untuk menyadari betapa beruntungnya saya, oleh karena itu saya bersyukur setiap hari karena berkat Tuhan berlimpah kepada saya.
31. Saya tidak mempermasalahkan hal yang sepele.
Hidup, problem dan tantangan saya lihat secara proporsional, karena saya orang yang penuh semangat dan percaya diri.
kiriman dari Haryadi Handika
Dikutip dari Facebook : Kisah kisah Inspiratif
Selasa, 03 Agustus 2010
Psikologi Kodok & Psikologi Kalajengking
Psikologi Kodok
Sumber: http://bukik.com/2010/07/11/psikologi-kodok/
Hah ? Psikologi Kodok? Bukik sudah bosen jadi psikolog manusia apa?
Bukan. Saya presentasi disebuah perusahaan dengan slide pertama berjudul psikologi kodok. Apa itu?
Peter Senge bercerita dalam bukunya "The Fifth Discipline" tentan seekor kodok. Syah dan, kodok mempunyai psikologi yang menarik. Apabila seekor kodok dimasukkan dalam panci berisi air mendidih maka dia akan refleks melompat keluar dari panci itu. Tapi apabila anda memasukkan kodok dalam panci biasa. Kemudian, anda taruh panci itu diatas kompor dan panaskan dengan api yang kecil sekali. Sehingga, air dengan sangat perlahan memanas. Kodok tidak akan melompat keluar dari panci itu. Bahkan, sampai mati di dalam panci!
Mengapa? Kodok itu gagal menangkap sinyal perubahan suhu air yang merambat perlahan. Kodok merasa seolah-olah tetap berada pada air dengan suhu standar. Sampai suatu titik hingga semuanya telah terlambat. Mati!
Apa yang bisa kita pelajari dari Psikologi Kodok?
Psikologi kodok digunakan oleh Senge sebagai kegagalan organisasi pembelajaran. Kita cenderung menikmati area nyaman saat ini sehingga biasa mengabaikan sinyal-sinyal perubahan kecil yang ada dalam organisasi maupun lingkungan eksternal organisasi kita.
Kekeliruan-keliruan kecil dibiarkan sehingga menjadi kebiasaan dan tradisi yang kemudian menentukan nasib seluruh organisasi. Kita membiarkan keluhan-keluhan kecil pelanggan sehingga membentuk citra negatif organisasi. Kita tersadar nanti setelah angka penjualan kita merosot. Kita abaikan perlakuan buruk kepada karyawan, seperti mendikte ide, tidak mengapresiasi kerja bawahan, dan kita baru tersadar setelah karyawan itu pindah ke perusahaan lain.
Apakah anda pernah mengalami kejadian Psikologi Kodok?
Ingin keluar dari psikologi kodok? Unduh gratis buku Peter Senge itu, Klik di http://bukik.com/2010/07/11/psikologi-kodok/
Psikologi Kalajengking
19/07/2010 by Bukik
Seekor Kalajengking ingin melintasi sebuah sungai, akan tetapi si Kalajengking tentu saja tidak bisa berenang. Setelah berjalan kesana kemari, lalu akhirnya ia bertemu dengan seekor Katak.
“Tuan Katak, bisakah engkau membawaku dipunggungmu untuk menyeberangi sungai ini?” pinta si Kalajengking
“Sebenarnya aku mau” jawab si Katak. “Tapi sepertinya dalam kondisi ini, aku harus menolak. Kamu bisa saja menyengatku saat aku berenang membawamu ke seberang”
“Tidak mungkin aku melakukan itu, aku tidak tertarik menyengatmu, karena kalau kusengat kau akan mati, dan kita akan tenggelam bersama” jawab si Kalajengking.
Meskipun si Katak sangat mengetahui betapa berbahayanya si Kalajengking, tapi penjelasan yang disampaikan oleh si Kalajengking menurutnya masuk akal. “hmmm iya, jika dia menyengatku maka dia pun juga akan mati karena tenggelam, tidak ada untungnya buat dia” begitu kira-kira pemikiran si Katak.
Akhirnya si Katak setuju. Si Kalajengking langsung naik ke punggung si Katak, dan si Katak pun berenang. Akan tetapi begitu mereka mencapai pertengahan sungai, si Kalajengking menggoyangkan ekornya dan menyengat si Katak.
“Arrrrggggghhhhh kenapa engkau menyengatku? Sekarang aku akan mati dan kau akan tenggelam di sungai ini”
“Aku tahu” jawab si Kalajengking saat dia mulai perlahan-lahan tenggelam di teng ah sungai. “Tapi aku Kalajengking, aku harus menyengatmu, itu sud ah sifatku”
”Apa yang salah dalam cerita ini?”
Kalajengking dalam cerita ini melukiskan bagaimana setiap makhluk mempunyai kekuatan. Sengatan adalah kekuatan alami kalajengking. Walaupun ada upaya membatasi, kekuatan tak akan hilang begitu saja. Kekuatan itu akan mencari jalan untuk menampilkan diri. Sebuah kekuatan alami akan mencari jalannya sendiri.
Apa kekuatan alami anda? Apa kekuatan alami anak anda? Apa kekuatan alami bawahan anda?
Apakah kita sudah mengapresiasi kekuatan alami diri kita dan orang lain?
Dalam kenyataannya, apresiasi atas kekuatan alami biasanya hanya di awal relasi. Ketika pertama bekerja, kita biasanya kagum dengan kekuatan alami atasan atau bawahan kita. Ketika masih bayi, kita kagus dengan kekuatan alami anak kita. Sayangnya, itu hanya sebentar saja.
Ketika anak kita masuk SD, ketika anak kita mendapat raport, kita akan mulai beralih fokus pada kelemahan anak kita. Kita lebih fokus pada nilai berwarna merah atau yang buruk. Semisal, nilai matematika. Kita diskusikan persoalan nilai itu dan bahkan bila perlu mengirim anak kita mengikuti les matematika. Harapannya, nilai anak kita akan jadi lebih baik.
Fokus pada nilai buruk membuat kita melupakan kekuatan alami anak kita. Padahal raport itu sebenarnya sudah menampilkannya. Kita justru membuat anak kita bergelut lebih lama dengan kelemahannya. Dan kehabisan waktu untuk mengembangkan kekuatannya. Anak kita yang kekuatan alaminya, semisal pada kemampuan berbahasa, sama sekali tidak mendapatkan kesempatan mengembangkannya.
Apa yang terjadi kemudian? Kekuatan alaminya akan sia-sia. Kekuatan alami itu akan tampil dalam bentuk-bentuk yang justru tidak bisa kita terima. Bahkan, bisa jadi anak kita tumbuh berkembang menjadi orang lain. Tidak percaya diri. Tidak yakin dengan kemampuan dirinya.
Pola serupa terjadi dalam dunia kerja. Ketika awal kagum pada kehebatan bawahan kita. Sampai kemudian datang saatnya penilaian kinerja dan bawahan kita tidak mencapai target kinerja. Kita mulai tergoda untuk mencari kelemahannya dan berusaha memperbaiki kelemahan itu. Segala upaya dilakukan. Dengan sendirinya, kita akan menyia-nyiakan kekuatan alami bawahan kita.
Sistem yang kita bangun saat ini memang memperlakukan semua orang itu sama. Anak harus baik nilainya di semua pelajaran. Karyawan kita mencapai sasaran kinerja dengan cara yang sama. Sistem yang tidak menghargai kekuatan alami orang-orang didalamnya. Jangankan mengapresiasi orang, pilihan seseorang pun tidak tidak dihargai.
Apa yang terjadi kemudian? Seperti kisah kalajengking itu, terjadilah kekerasan dan konflik dengan berbagai bentuknya, bisa fisik, psikologis, maupun sosial.
Apa pelajarannya?
Kenali dan apresiasi kekuatan alami kita
Kenali dan apresiasi kekuatan alami orang lain
Ini adal ah kunci pertama sebagai seorang manajer hebat!
Ini adal ah kunci pertama sebagai orang tua hebat!
Psikologi kalajengking!
Penulis: Bukik dan Dimas
http://bukik.com/2010/07/19/psikologi-kalajengking/
Sumber: http://bukik.com/2010/07/11/psikologi-kodok/
Hah ? Psikologi Kodok? Bukik sudah bosen jadi psikolog manusia apa?
Bukan. Saya presentasi disebuah perusahaan dengan slide pertama berjudul psikologi kodok. Apa itu?
Peter Senge bercerita dalam bukunya "The Fifth Discipline" tentan seekor kodok. Syah dan, kodok mempunyai psikologi yang menarik. Apabila seekor kodok dimasukkan dalam panci berisi air mendidih maka dia akan refleks melompat keluar dari panci itu. Tapi apabila anda memasukkan kodok dalam panci biasa. Kemudian, anda taruh panci itu diatas kompor dan panaskan dengan api yang kecil sekali. Sehingga, air dengan sangat perlahan memanas. Kodok tidak akan melompat keluar dari panci itu. Bahkan, sampai mati di dalam panci!
Mengapa? Kodok itu gagal menangkap sinyal perubahan suhu air yang merambat perlahan. Kodok merasa seolah-olah tetap berada pada air dengan suhu standar. Sampai suatu titik hingga semuanya telah terlambat. Mati!
Apa yang bisa kita pelajari dari Psikologi Kodok?
Psikologi kodok digunakan oleh Senge sebagai kegagalan organisasi pembelajaran. Kita cenderung menikmati area nyaman saat ini sehingga biasa mengabaikan sinyal-sinyal perubahan kecil yang ada dalam organisasi maupun lingkungan eksternal organisasi kita.
Kekeliruan-keliruan kecil dibiarkan sehingga menjadi kebiasaan dan tradisi yang kemudian menentukan nasib seluruh organisasi. Kita membiarkan keluhan-keluhan kecil pelanggan sehingga membentuk citra negatif organisasi. Kita tersadar nanti setelah angka penjualan kita merosot. Kita abaikan perlakuan buruk kepada karyawan, seperti mendikte ide, tidak mengapresiasi kerja bawahan, dan kita baru tersadar setelah karyawan itu pindah ke perusahaan lain.
Apakah anda pernah mengalami kejadian Psikologi Kodok?
Ingin keluar dari psikologi kodok? Unduh gratis buku Peter Senge itu, Klik di http://bukik.com/2010/07/11/psikologi-kodok/
Psikologi Kalajengking
19/07/2010 by Bukik
Seekor Kalajengking ingin melintasi sebuah sungai, akan tetapi si Kalajengking tentu saja tidak bisa berenang. Setelah berjalan kesana kemari, lalu akhirnya ia bertemu dengan seekor Katak.
“Tuan Katak, bisakah engkau membawaku dipunggungmu untuk menyeberangi sungai ini?” pinta si Kalajengking
“Sebenarnya aku mau” jawab si Katak. “Tapi sepertinya dalam kondisi ini, aku harus menolak. Kamu bisa saja menyengatku saat aku berenang membawamu ke seberang”
“Tidak mungkin aku melakukan itu, aku tidak tertarik menyengatmu, karena kalau kusengat kau akan mati, dan kita akan tenggelam bersama” jawab si Kalajengking.
Meskipun si Katak sangat mengetahui betapa berbahayanya si Kalajengking, tapi penjelasan yang disampaikan oleh si Kalajengking menurutnya masuk akal. “hmmm iya, jika dia menyengatku maka dia pun juga akan mati karena tenggelam, tidak ada untungnya buat dia” begitu kira-kira pemikiran si Katak.
Akhirnya si Katak setuju. Si Kalajengking langsung naik ke punggung si Katak, dan si Katak pun berenang. Akan tetapi begitu mereka mencapai pertengahan sungai, si Kalajengking menggoyangkan ekornya dan menyengat si Katak.
“Arrrrggggghhhhh kenapa engkau menyengatku? Sekarang aku akan mati dan kau akan tenggelam di sungai ini”
“Aku tahu” jawab si Kalajengking saat dia mulai perlahan-lahan tenggelam di teng ah sungai. “Tapi aku Kalajengking, aku harus menyengatmu, itu sud ah sifatku”
”Apa yang salah dalam cerita ini?”
Kalajengking dalam cerita ini melukiskan bagaimana setiap makhluk mempunyai kekuatan. Sengatan adalah kekuatan alami kalajengking. Walaupun ada upaya membatasi, kekuatan tak akan hilang begitu saja. Kekuatan itu akan mencari jalan untuk menampilkan diri. Sebuah kekuatan alami akan mencari jalannya sendiri.
Apa kekuatan alami anda? Apa kekuatan alami anak anda? Apa kekuatan alami bawahan anda?
Apakah kita sudah mengapresiasi kekuatan alami diri kita dan orang lain?
Dalam kenyataannya, apresiasi atas kekuatan alami biasanya hanya di awal relasi. Ketika pertama bekerja, kita biasanya kagum dengan kekuatan alami atasan atau bawahan kita. Ketika masih bayi, kita kagus dengan kekuatan alami anak kita. Sayangnya, itu hanya sebentar saja.
Ketika anak kita masuk SD, ketika anak kita mendapat raport, kita akan mulai beralih fokus pada kelemahan anak kita. Kita lebih fokus pada nilai berwarna merah atau yang buruk. Semisal, nilai matematika. Kita diskusikan persoalan nilai itu dan bahkan bila perlu mengirim anak kita mengikuti les matematika. Harapannya, nilai anak kita akan jadi lebih baik.
Fokus pada nilai buruk membuat kita melupakan kekuatan alami anak kita. Padahal raport itu sebenarnya sudah menampilkannya. Kita justru membuat anak kita bergelut lebih lama dengan kelemahannya. Dan kehabisan waktu untuk mengembangkan kekuatannya. Anak kita yang kekuatan alaminya, semisal pada kemampuan berbahasa, sama sekali tidak mendapatkan kesempatan mengembangkannya.
Apa yang terjadi kemudian? Kekuatan alaminya akan sia-sia. Kekuatan alami itu akan tampil dalam bentuk-bentuk yang justru tidak bisa kita terima. Bahkan, bisa jadi anak kita tumbuh berkembang menjadi orang lain. Tidak percaya diri. Tidak yakin dengan kemampuan dirinya.
Pola serupa terjadi dalam dunia kerja. Ketika awal kagum pada kehebatan bawahan kita. Sampai kemudian datang saatnya penilaian kinerja dan bawahan kita tidak mencapai target kinerja. Kita mulai tergoda untuk mencari kelemahannya dan berusaha memperbaiki kelemahan itu. Segala upaya dilakukan. Dengan sendirinya, kita akan menyia-nyiakan kekuatan alami bawahan kita.
Sistem yang kita bangun saat ini memang memperlakukan semua orang itu sama. Anak harus baik nilainya di semua pelajaran. Karyawan kita mencapai sasaran kinerja dengan cara yang sama. Sistem yang tidak menghargai kekuatan alami orang-orang didalamnya. Jangankan mengapresiasi orang, pilihan seseorang pun tidak tidak dihargai.
Apa yang terjadi kemudian? Seperti kisah kalajengking itu, terjadilah kekerasan dan konflik dengan berbagai bentuknya, bisa fisik, psikologis, maupun sosial.
Apa pelajarannya?
Kenali dan apresiasi kekuatan alami kita
Kenali dan apresiasi kekuatan alami orang lain
Ini adal ah kunci pertama sebagai seorang manajer hebat!
Ini adal ah kunci pertama sebagai orang tua hebat!
Psikologi kalajengking!
Penulis: Bukik dan Dimas
http://bukik.com/2010/07/19/psikologi-kalajengking/
Jumat, 16 Juli 2010
Sepak Bola Indah Sudah Lama Punah
BELUM lama ini Carlos Alberto Torres (65), kapten Brasil yang merebut gelar "tri" (juara dunia untuk ketiga kalinya) di Meksiko 1970, bertemu Franz Beckenbauer (64). "Saya pernah melatih. Beckenbauer sahabat saya. Suatu kali di rumahnya di Austria dia bilang, 'Carlos, kamu tahu apa masalah pelatih? Kita memaksa pemain meniru kita'. Sejak itu saya paham," kata pencetak gol ketiga di final 1970 itu.
Gol Carlos Alberto karya seni awal yang melahirkan "sepak bola indah" (jogo bonito atau joga bonito). Saat pertandingan nyaris usai, Italia yang menekan kehilangan bola. Lewat serangan balik bak musik orkestra, si kulit bundar mengalir indah mampir ke tujuh pemain. "Selecao" (tim nasional) menyajikan encore yang indah lewat Carlos Alberto yang menghunjamkan tendangan mendatar menipu kiper Enrico Albertosi yang terbengong.Saat itulah lahir salah satu fitur terpenting sepak bola indah, yakni peran bek yang aktif mendukung serangan jauh ke depan lewat kedua sayap meniru gaya Carlos Alberto. Pengaruh global bek sayap ini amat besar dan ditiru di mana-mana, mulai dari Paul Breitner dan Bertie Vogts di tim nasional Jerman Barat sampai Simson Rumahpasal atau Sutan Harhara di tim nasional PSSI.
Sayangnya, musik jogo bonito hanya terdengar sayup-sayup tahun 1970 dan 1982. Jika tahun 1970 dirigennya Carlos Alberto, tahun 1982 dirigennya Socrates yang juga kapten Selecao. Mereka kecewa kepada Dunga, pelatih saat ini. Carlos Alberto malas ke Afrika Selatan, lebih suka menonton di televisi. Jika Carlos Alberto menuding Dunga melecehkan jogo bonito, Socrates menuduh Dunga "menghina warisan budaya nasional".
Apa pun alasannya, mereka mestinya paham bahwa menciptakan jogo bonito bukan membalik telapak tangan. Tim butuh lebih dari separuh pemain berbakat. Tahun 1970 ada Carlos Alberto, Pele, Gerson, Tostao, Jairzinho, dan Rivelino. Tahun 1982 ada Socrates, Zico, Eder, Toninho Cerezo, Falcao, dan dua bek sayap, Junior serta Leandro.
Mereka berbakat alam yang ditempa pelatih yang mengandalkan metode tradisional. Untuk agility, misalnya, remaja dibiasakan berlari mengejar ayam atau dipaksa tidur bersama bola. Di kota-kota pantai mereka terlatih main voli dengan kaki atau sepak bola pantai di atas pasir—alas yang jauh lebih berat dibandingkan dengan rumput.
”Kebebasan koreografis”
Syarat mutlak lainnya, jogo bonito butuh anak miskin yang punya mimpi dan harapan kolektif mengikuti jejak Pele, Zico, Romario, Bebeto, Ronaldo, atau Kaka. Kombinasi skill individu dengan kolektivitas ini yang jadi landasan. Selain itu, kata Carlos Alberto, ada faktor mistis yang sukar terjawab. Para ilmuwan menyebutnya dengan ”kebebasan koreografis” yang menoleransi pemain berimprovisasi, seperti mondar-mandir di lapangan sesuka hati tanpa perlu mendengar instruksi pelatih.
Kebebasan ini yang menciptakan fitur-fitur sepak bola indah. Selain winger back, fitur penting lainnya adalah tendangan pisang, gerakan tanpa bola (lay-off), dan memaksimalkan ruang tak terlihat (blind sides). Itu yang membuat tim 1982 asuhan Tele Santana, pelatih yang terlalu santai, menyajikan jogo bonito terbaik. Ironisnya, justru sikap "semau gue" itu yang membuat mereka dijungkalkan Italia.
Santana kurang disiplin seperti pelatih 1970, Mario Zagallo, yang secara pas meramu kebebasan koreografis dengan disiplin militer. Itu sebabnya, tim 1970 jauh lebih metodologis dan efisien meski tetap indah. Sebaliknya, tim 1982 jauh lebih indah walau kurang efisien. Puncak keindahan jogo bonito sampai kini terjadi ketika Socrates mencetak gol ke gawang Italia yang menang 2-3.
Zico mengontrol bola membelakangi lawan menerima throw-in dari Socrates di tengah. Ia balik badan menggiring bola melewati beberapa lawan ke kotak penalti, serta-merta menyeret perhatian lini belakang Italia yang mengeroyok dia di depan kotak penalti. Tanpa dinyana, Zico tanpa menoleh mengoper bola jauh ke sayap kanan yang melompong dan di situ sudah menunggu Socrates yang lari kencang. Dari sudut sempit dan tak terlihat, Socrates menaklukkan kiper Dino Zoff dengan tendangan perlahan.
Jogo bonito punah tahun 1982. Sempat ada masa transisional ketika tim 1978 diasuh Claudio Cautinho, yang mewarisi sebagian pemain Zagallo tahun 1970-1974 seperti Rivelino dan Jairzinho. Tahun 1978 itu Brasil dianggap "juara tanpa mahkota" karena tuan rumah Argentina main mata dengan Peru di semifinal menyingkirkan Brasil yang kalah selisih gol.
Jogo bonito memang tak pernah dilestarikan dan buktinya Brasil bisa jadi juara tahun 1994 dan 2006. Penyerang berbakat banyak, seperti Bebeto, Romario, atau Ronaldo. Play maker? Jumlah dan kualitasnya terbatas, seperti Dunga, Ronaldinho, atau Kaka. Tim 2010 ini pasti tak indah, miskin play maker, walau jadi salah satu favorit kuat menjadi juara keenam kalinya. Dan, Brasil masih beruntung karena tim-tim favorit kebetulan juga mengalami defisit play maker.
Meski tetap manis dikenang, jogo bonito bak harta karun yang dibuang. Denmark 1980-an bangga menyebut diri sebagai "Brasil Eropa", negara-negara Teluk Persia berlomba minta dijuluki "Brasil Asia", PSSI pernah berguru ke Brasil tahun 1970-an dan mendatangkan pelatih Joao Barbatana. Mungkin orang yang paling tak bangga cuma Dunga, yang menyia-nyiakan dua pemain amat berbakat: Neymar dan Ganso. Tiap ada Piala Dunia, sebagian orang Brasil pasti menggerutu, "para onde vais"? Brasil, mau ke mana?
Gol Carlos Alberto karya seni awal yang melahirkan "sepak bola indah" (jogo bonito atau joga bonito). Saat pertandingan nyaris usai, Italia yang menekan kehilangan bola. Lewat serangan balik bak musik orkestra, si kulit bundar mengalir indah mampir ke tujuh pemain. "Selecao" (tim nasional) menyajikan encore yang indah lewat Carlos Alberto yang menghunjamkan tendangan mendatar menipu kiper Enrico Albertosi yang terbengong.Saat itulah lahir salah satu fitur terpenting sepak bola indah, yakni peran bek yang aktif mendukung serangan jauh ke depan lewat kedua sayap meniru gaya Carlos Alberto. Pengaruh global bek sayap ini amat besar dan ditiru di mana-mana, mulai dari Paul Breitner dan Bertie Vogts di tim nasional Jerman Barat sampai Simson Rumahpasal atau Sutan Harhara di tim nasional PSSI.
Sayangnya, musik jogo bonito hanya terdengar sayup-sayup tahun 1970 dan 1982. Jika tahun 1970 dirigennya Carlos Alberto, tahun 1982 dirigennya Socrates yang juga kapten Selecao. Mereka kecewa kepada Dunga, pelatih saat ini. Carlos Alberto malas ke Afrika Selatan, lebih suka menonton di televisi. Jika Carlos Alberto menuding Dunga melecehkan jogo bonito, Socrates menuduh Dunga "menghina warisan budaya nasional".
Apa pun alasannya, mereka mestinya paham bahwa menciptakan jogo bonito bukan membalik telapak tangan. Tim butuh lebih dari separuh pemain berbakat. Tahun 1970 ada Carlos Alberto, Pele, Gerson, Tostao, Jairzinho, dan Rivelino. Tahun 1982 ada Socrates, Zico, Eder, Toninho Cerezo, Falcao, dan dua bek sayap, Junior serta Leandro.
Mereka berbakat alam yang ditempa pelatih yang mengandalkan metode tradisional. Untuk agility, misalnya, remaja dibiasakan berlari mengejar ayam atau dipaksa tidur bersama bola. Di kota-kota pantai mereka terlatih main voli dengan kaki atau sepak bola pantai di atas pasir—alas yang jauh lebih berat dibandingkan dengan rumput.
”Kebebasan koreografis”
Syarat mutlak lainnya, jogo bonito butuh anak miskin yang punya mimpi dan harapan kolektif mengikuti jejak Pele, Zico, Romario, Bebeto, Ronaldo, atau Kaka. Kombinasi skill individu dengan kolektivitas ini yang jadi landasan. Selain itu, kata Carlos Alberto, ada faktor mistis yang sukar terjawab. Para ilmuwan menyebutnya dengan ”kebebasan koreografis” yang menoleransi pemain berimprovisasi, seperti mondar-mandir di lapangan sesuka hati tanpa perlu mendengar instruksi pelatih.
Kebebasan ini yang menciptakan fitur-fitur sepak bola indah. Selain winger back, fitur penting lainnya adalah tendangan pisang, gerakan tanpa bola (lay-off), dan memaksimalkan ruang tak terlihat (blind sides). Itu yang membuat tim 1982 asuhan Tele Santana, pelatih yang terlalu santai, menyajikan jogo bonito terbaik. Ironisnya, justru sikap "semau gue" itu yang membuat mereka dijungkalkan Italia.
Santana kurang disiplin seperti pelatih 1970, Mario Zagallo, yang secara pas meramu kebebasan koreografis dengan disiplin militer. Itu sebabnya, tim 1970 jauh lebih metodologis dan efisien meski tetap indah. Sebaliknya, tim 1982 jauh lebih indah walau kurang efisien. Puncak keindahan jogo bonito sampai kini terjadi ketika Socrates mencetak gol ke gawang Italia yang menang 2-3.
Zico mengontrol bola membelakangi lawan menerima throw-in dari Socrates di tengah. Ia balik badan menggiring bola melewati beberapa lawan ke kotak penalti, serta-merta menyeret perhatian lini belakang Italia yang mengeroyok dia di depan kotak penalti. Tanpa dinyana, Zico tanpa menoleh mengoper bola jauh ke sayap kanan yang melompong dan di situ sudah menunggu Socrates yang lari kencang. Dari sudut sempit dan tak terlihat, Socrates menaklukkan kiper Dino Zoff dengan tendangan perlahan.
Jogo bonito punah tahun 1982. Sempat ada masa transisional ketika tim 1978 diasuh Claudio Cautinho, yang mewarisi sebagian pemain Zagallo tahun 1970-1974 seperti Rivelino dan Jairzinho. Tahun 1978 itu Brasil dianggap "juara tanpa mahkota" karena tuan rumah Argentina main mata dengan Peru di semifinal menyingkirkan Brasil yang kalah selisih gol.
Jogo bonito memang tak pernah dilestarikan dan buktinya Brasil bisa jadi juara tahun 1994 dan 2006. Penyerang berbakat banyak, seperti Bebeto, Romario, atau Ronaldo. Play maker? Jumlah dan kualitasnya terbatas, seperti Dunga, Ronaldinho, atau Kaka. Tim 2010 ini pasti tak indah, miskin play maker, walau jadi salah satu favorit kuat menjadi juara keenam kalinya. Dan, Brasil masih beruntung karena tim-tim favorit kebetulan juga mengalami defisit play maker.
Meski tetap manis dikenang, jogo bonito bak harta karun yang dibuang. Denmark 1980-an bangga menyebut diri sebagai "Brasil Eropa", negara-negara Teluk Persia berlomba minta dijuluki "Brasil Asia", PSSI pernah berguru ke Brasil tahun 1970-an dan mendatangkan pelatih Joao Barbatana. Mungkin orang yang paling tak bangga cuma Dunga, yang menyia-nyiakan dua pemain amat berbakat: Neymar dan Ganso. Tiap ada Piala Dunia, sebagian orang Brasil pasti menggerutu, "para onde vais"? Brasil, mau ke mana?
Langganan:
Postingan (Atom)